TLDR
Kenaikan harga telur dipicu oleh wabah flu burung yang mengakibatkan pemusnahan besar-besaran unggas. Perusahaan besar seperti Cal-Maine Foods mengalami lonjakan keuntungan meskipun ada penurunan produksi. Ada seruan untuk investigasi pemerintah terkait kemungkinan perilaku monopolistik di industri telur. Produksi telur di Amerika Serikat mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi, mencapai rata-rata $4,95 per lusin, yang sebagian besar disebabkan oleh wabah flu burung. Lebih dari 166 juta burung telah dimusnahkan untuk mengendalikan virus ini, termasuk sekitar 30 juta induk ayam petelur sejak Januari. Meskipun beberapa pihak, termasuk kelompok advokasi dan anggota pemerintah, meminta penyelidikan terhadap kemungkinan praktik monopoli oleh perusahaan besar, para produsen telur menegaskan bahwa kenaikan harga ini murni akibat penurunan pasokan telur karena flu burung.Namun, ada juga yang berpendapat bahwa perusahaan besar mungkin memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan keuntungan mereka. Misalnya, Cal-Maine Foods, salah satu produsen telur terbesar, melaporkan keuntungan yang sangat tinggi meskipun pasokan telur hanya sedikit berkurang. Sementara itu, biaya produksi telur juga meningkat karena harga pakan, bahan bakar, dan tenaga kerja yang lebih tinggi. Para ahli mengatakan bahwa meskipun harga telur naik, peternak juga mengalami kesulitan karena harus memusnahkan ayam dan tidak mendapatkan pendapatan selama proses pemulihan.