Microsoft Genjot AI di Xbox, Pengembang Game Khawatir Pekerjaan Terancam
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Feb 2025
64 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Microsoft berkomitmen untuk mengintegrasikan AI dalam pengembangan game Xbox.
Ada kekhawatiran di kalangan pengembang game bahwa AI dapat menggantikan pekerjaan manusia.
GDC akan menjadi platform bagi Microsoft untuk menunjukkan lebih banyak penggunaan AI dalam industri game.
Microsoft baru-baru ini memperkenalkan Muse, model AI baru yang dapat menghasilkan gameplay untuk game Xbox. Muse dilatih menggunakan game Bleeding Edge dan dapat memahami dunia 3D serta fisika, merespons interaksi pemain. Namun, pengumuman ini memicu kekhawatiran di kalangan pengembang game bahwa AI seperti Muse bisa menggantikan pekerjaan manusia. Banyak pengembang merasa cemas tentang masa depan mereka dan bagaimana AI akan mempengaruhi industri game, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Microsoft berencana untuk menggunakan AI dalam pengembangan game, tetapi beberapa studio game di bawah naungannya, seperti Ninja Theory, menyatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan teknologi ini untuk membuat konten. Di sisi lain, Activision, yang juga dimiliki Microsoft, mengonfirmasi bahwa mereka telah menggunakan konten yang dihasilkan AI dalam game Call of Duty. Meskipun ada penolakan dari beberapa pengembang dan pemain, Microsoft tampaknya ingin tetap berada di garis depan penggunaan AI dalam game.
Analisis Ahli
David Goldfarb
Penggunaan AI seperti Muse mengarah pada pemberdayaan pihak korporat yang memiliki teknologi tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan pekerjaan para pencipta, yang berpotensi merusak ekosistem kreatif.


