AI summary
Harga minyak dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan dan ancaman tarif dari pemerintah AS. Keputusan OPEC+ dan situasi di Iran dan Venezuela dapat berdampak signifikan pada pasar minyak global. Kesepakatan antara Irak dan Kurdistan untuk ekspor minyak menunjukkan dinamika baru dalam pasokan minyak di kawasan. Minyak mentah stabil mendekati harga terendah tahun ini, dengan perhatian pada ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump dan berbagai masalah pasokan. West Texas Intermediate diperdagangkan di bawah $69 per barel setelah mengalami penurunan hampir 3% dalam dua sesi sebelumnya, sementara Brent berada di atas $72. Trump menyatakan bahwa tarif yang direncanakan terhadap Meksiko dan Kanada "tidak akan berhenti," meskipun waktu pelaksanaannya belum jelas. Ketegangan perdagangan ini membuat pasar khawatir, mengalahkan potensi keuntungan dari sanksi yang lebih ketat terhadap Iran dan kemungkinan OPEC+ menunda pemulihan produksi yang dihentikan.Di sisi pasokan, Trump juga berencana mencabut izin Chevron untuk beroperasi di Venezuela, yang dapat mengancam pemulihan ekonomi negara tersebut. Sementara itu, Irak mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Kurdistan untuk melanjutkan ekspor minyak, meskipun tidak memberikan rincian waktu pelaksanaannya. Ketidakpastian ini membuat pasar minyak semakin bergejolak.
Ancaman tarif dari Presiden Trump semakin memperkeruh pasar minyak yang sudah rentan karena ketidakpastian geopolitik dan kebijakan produksi OPEC+. Jika sikap proteksionis ini berlanjut, harga minyak berpotensi tetap rendah atau bahkan tertekan, yang bisa berdampak negatif bagi negara-negara penghasil minyak utama.