Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank Wall Street Hapus Kata 'Keberagaman' di Laporan Tahunan, Kenapa Ya?

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
26 Feb 2025
36 dibaca
1 menit
Bank Wall Street Hapus Kata 'Keberagaman' di Laporan Tahunan, Kenapa Ya?

AI summary

Perusahaan-perusahaan besar di Wall Street mulai menghapus referensi tentang diversitas dari laporan tahunan mereka.
Perubahan ini dipicu oleh tekanan dari aktivis konservatif dan keputusan hukum yang membatasi kebijakan DEI.
Bank of America dan BlackRock mengganti istilah 'diversitas' dengan 'kesempatan' dan 'konektivitas' dalam laporan mereka.
Bank of America dan BlackRock telah menghapus kata "diversitas" dari laporan tahunan mereka karena meningkatnya tekanan terhadap kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) di Wall Street. Bank of America mengubah istilah "diversitas dan inklusi" menjadi "kesempatan" dan mengganti nama grup keberagaman di departemen sumber daya manusia mereka. Sementara itu, BlackRock mengganti bagian tentang DEI dengan istilah "konektivitas dan inklusivitas," menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung bakat terbaik dan perspektif yang beragam.Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya kritik dari aktivis konservatif terhadap kebijakan DEI di perusahaan-perusahaan besar. Beberapa bank besar lainnya, seperti JPMorgan Chase dan Citigroup, juga telah mengurangi atau mengubah penyebutan tentang keberagaman dalam laporan tahunan mereka. Keputusan ini dipengaruhi oleh keputusan Mahkamah Agung AS yang melarang penggunaan ras dalam keputusan penerimaan di perguruan tinggi, serta tekanan dari mantan Presiden Donald Trump untuk menghapus kebijakan DEI di perusahaan-perusahaan.

Experts Analysis

David Hollerith
Perubahan bahasa tersebut adalah respons langsung terhadap tekanan sosial dan hukum yang berkembang, menunjukkan bagaimana kebijakan korporasi DEI dapat dipengaruhi oleh dinamika politik dan peraturan.
Editorial Note
Penghapusan istilah DEI dari laporan tahunan mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap lanskap hukum dan sosial yang berubah dengan cepat, tetapi ada risiko bahwa semangat keberagaman dan inklusi yang sesungguhnya bisa terkikis. Perusahaan perlu menemukan keseimbangan antara memenuhi tuntutan regulasi dan tetap mendorong budaya yang benar-benar inklusif agar tidak kehilangan talenta dan kepercayaan publik.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.