Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perbankan Wall Street Mengubah Cara Kelola Program Keberagaman Usai Tekanan Politik

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (1y ago) management-and-strategy (1y ago)
15 Feb 2025
38 dibaca
1 menit
Perbankan Wall Street Mengubah Cara Kelola Program Keberagaman Usai Tekanan Politik

Rangkuman 15 Detik

Jamie Dimon mempertanyakan efektivitas program DEI dan pelatihan bias.
Perusahaan besar seperti JPMorgan dan Goldman Sachs menghadapi tekanan dari aktivis konservatif terkait kebijakan keberagaman.
Keputusan hukum baru-baru ini mempengaruhi kebijakan DEI di banyak perusahaan, termasuk perubahan di Goldman Sachs.
CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, baru-baru ini menyatakan keraguannya terhadap program pelatihan bias dan pengeluaran untuk inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) di perusahaan. Meskipun ia berkomitmen untuk mendukung komunitas kulit hitam, Hispanik, dan LGBTQ, Dimon mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap beberapa pengeluaran yang dianggapnya tidak efektif dan berencana untuk membatalkan program-program tersebut. Komentar ini muncul di tengah tekanan dari aktivis konservatif yang menargetkan kebijakan DEI di berbagai perusahaan besar, termasuk JPMorgan, yang telah mengalami penurunan dalam komitmen DEI mereka setelah keputusan Mahkamah Agung AS mengenai tindakan afirmatif. Perusahaan lain seperti Goldman Sachs juga mulai mengubah kebijakan DEI mereka, termasuk menghapus janji untuk tidak mengambil perusahaan publik dengan dewan yang seluruhnya terdiri dari pria kulit putih. Meskipun Goldman masih berkomitmen untuk mendorong keberagaman dalam praktik perekrutan dan pengembangan, mereka menghadapi tekanan dari kelompok konservatif yang meminta audit terhadap kebijakan DEI mereka. Aktivis konservatif berpendapat bahwa perubahan yang dilakukan belum cukup, dan mereka terus mendorong perusahaan-perusahaan untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam praktik keberagaman mereka.

Analisis Ahli

Stefan Padfield
Retreat Goldman Sachs belum cukup karena mereka tidak cukup melibatkan pemangku kepentingan saat membuat perubahan, sehingga proposal pengawasan independen tetap diperlukan.