Perusahaan Besar AS Mulai Cabut Program Keberagaman Karena Tekanan Hukum
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
21 Feb 2025
29 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Perusahaan besar seperti Citigroup dan PepsiCo mulai mengurangi program keberagaman dan inklusi.
Keputusan Mahkamah Agung AS mempengaruhi kebijakan DEI di banyak organisasi.
Ada peningkatan kritik terhadap kebijakan DEI dari aktivis dan perubahan dalam administrasi pemerintah.
Minggu ini, Citigroup dan PepsiCo mengumumkan pengurangan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) mereka. CEO Citigroup, Jane Frasier, menyatakan bahwa perusahaan tidak lagi mewajibkan perekrutan dari kelompok pelamar yang beragam. Sementara itu, CEO PepsiCo, Ramon Laguarta, mengumumkan bahwa mereka akan menghapus posisi petugas DEI dan menghentikan tujuan representasi tenaga kerja DEI. Kedua perusahaan ini mengikuti langkah perusahaan besar lainnya seperti Meta, Walmart, dan McDonald's yang juga mengurangi fokus pada DEI.
Perubahan ini terjadi setelah keputusan Mahkamah Agung AS yang menolak program penerimaan yang memperhatikan ras di universitas, serta perintah eksekutif dari mantan Presiden Donald Trump yang menghentikan program DEI di pemerintah federal. Beberapa bank besar, seperti JPMorgan Chase, juga mengurangi penyebutan DEI dalam laporan tahunan mereka. CEO JPMorgan, Jamie Dimon, mengakui bahwa perubahan hukum mempengaruhi program DEI dan menyatakan bahwa dia tidak percaya pada pelatihan bias serta ingin mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
Analisis Ahli
Kimberlé Crenshaw
Penarikan kebijakan DEI bisa memundurkan upaya keadilan sosial yang telah lama diperjuangkan di lingkungan kerja dan dapat memperkuat ketidaksetaraan jika tidak diganti dengan kebijakan yang inklusif namun legal.Janet Dhillon
Perusahaan harus berhati-hati dalam menyesuaikan kebijakan agar tetap mematuhi hukum sambil tetap menjaga budaya kerja yang inklusif dan kompetitif.