Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenaikan Pajak dan Upah Minimal Ancam 160.000 Pekerja Ritel Paruh Waktu

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
26 Feb 2025
99 dibaca
1 menit
Kenaikan Pajak dan Upah Minimal Ancam 160.000 Pekerja Ritel Paruh Waktu

AI summary

Kenaikan pajak dan biaya operasional dapat mengancam pekerjaan paruh waktu di sektor ritel.
Pekerja muda akan menjadi yang paling terdampak dari pemotongan pekerjaan yang mungkin terjadi.
Sentimen investasi di sektor ritel menurun, menunjukkan ketidakpastian di pasar.
Sekitar 160.000 pekerja paruh waktu di sektor ritel di Inggris berisiko kehilangan pekerjaan akibat kenaikan pajak yang diusulkan oleh Rachel Reeves. Kenaikan ini termasuk peningkatan kontribusi National Insurance (NI) untuk majikan dan kenaikan upah minimum. Dengan kebijakan baru ini, majikan harus membayar NI untuk karyawan yang menghasilkan lebih dari £5.000, turun dari £9.100, sehingga membuat biaya mempekerjakan pekerja paruh waktu menjadi lebih mahal.Kelompok ritel memperingatkan bahwa banyak toko mungkin harus mengurangi jumlah karyawan untuk mengatasi biaya yang meningkat. Selain itu, survei menunjukkan bahwa banyak pengecer berencana untuk mengurangi investasi mereka, yang dapat menyebabkan lebih banyak pemotongan pekerjaan. Para pemimpin industri meminta pemerintah untuk mempertimbangkan dampak dari kenaikan pajak ini, karena dapat mempengaruhi banyak keluarga dan meningkatkan harga barang.

Experts Analysis

Helen Dickinson
Kenaikan biaya dari Budget membuat retailer terpaksa menaikkan harga dan memberhentikan pekerja, terutama yang paruh waktu dan pekerja muda.
Martin Sartorius
Sentimen bisnis yang lemah dan biaya yang meningkat membuat retailer sulit untuk melakukan investasi dan mempertahankan staf.
Alex Veitch
Kenaikan pajak dan biaya tenaga kerja ini seperti menempatkan bisnis dalam kondisi yang sangat sulit dan berisiko menciptakan 'prajurit belerang' biaya yang meledak.
Editorial Note
Kebijakan kenaikan National Insurance dan upah minimum yang tiba-tiba ini sangat memberatkan bisnis ritel yang sudah berjuang dengan margin tipis dan penurunan permintaan. Pemerintah tampaknya kurang mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi jangka panjang dari kebijakan yang justru bisa memperparah pengangguran dan memperlebar kesenjangan sosial.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.