AI summary
Pasar kerja Inggris mengalami penurunan signifikan dalam jumlah lowongan pekerjaan. Kenaikan gaji yang cepat dapat memperburuk inflasi meskipun ada stagnasi ekonomi. Industri hospitality dan ritel menghadapi tantangan besar akibat kenaikan pajak dan biaya yang baru. Pasar kerja di Inggris mengalami penurunan terburuk di awal tahun sejak masa lockdown Covid-19 pada tahun 2021. Pada bulan Januari, jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi kurang dari 828.500, menurun 1,9% dibandingkan bulan Desember dan 4,5% dibandingkan Januari tahun lalu. Meskipun jumlah lowongan pekerjaan menurun, gaji yang ditawarkan mencapai rekor tertinggi hampir £40.850, yang dapat menyebabkan inflasi lebih tinggi. Sektor ritel mengalami penurunan hampir setengah dari jumlah lowongan, dan banyak perusahaan di sektor perhotelan berencana untuk mengurangi jumlah karyawan karena kenaikan pajak dan upah minimum.Beberapa sektor, seperti pendidikan dan konstruksi, mengalami peningkatan dalam jumlah lowongan pekerjaan. Namun, banyak bisnis, terutama di sektor perhotelan, mengkhawatirkan dampak dari kenaikan pajak dan biaya lainnya, yang dapat memaksa mereka untuk mengurangi karyawan dan investasi. Pemerintah Inggris berusaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi pajak bagi bisnis, tetapi banyak perusahaan masih merasa tertekan oleh biaya yang meningkat.
Kebijakan perpajakan dan upah yang agresif dari pemerintah jelas memberikan tekanan besar kepada bisnis, terutama sektor yang rentan seperti ritel dan perhotelan, yang dapat memperlambat pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Jika tidak ada penyesuaian yang hati-hati, hal ini berpotensi memperparah ketidakstabilan pasar tenaga kerja dan meningkatkan resesi tenaga kerja lebih lanjut.