Waspada Koreksi Saham Starbucks di Tengah Tantangan Pemulihan
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
25 Feb 2025
187 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham Starbucks mengalami kenaikan 15% dalam sebulan terakhir, tetapi ada risiko penurunan di masa depan.
CEO baru, Brian Niccol, menghadapi tantangan dalam meningkatkan penjualan dan margin perusahaan.
Starbucks melakukan pemotongan biaya dan menghilangkan beberapa item dari menu untuk meningkatkan efisiensi.
Saham Starbucks (SBUX) telah naik 15% dalam sebulan terakhir, tetapi analis dari Jefferies, Andy Barish, memperingatkan bahwa saatnya mungkin untuk mengambil keuntungan. Ia khawatir bahwa perkiraan penjualan yang optimis untuk kuartal kedua mungkin terlalu tinggi, dan pemulihan penjualan mungkin lebih lambat dari yang diperkirakan. Barish mencatat empat masalah yang bisa mempengaruhi saham Starbucks, termasuk kemungkinan penjualan yang tidak positif, kesulitan dalam meningkatkan margin keuntungan, dan penundaan dalam perbaikan laba per saham.
Starbucks juga menghadapi tantangan besar, seperti penurunan 4% dalam penjualan global dan penurunan margin keuntungan. CEO baru, Brian Niccol, sedang berusaha melakukan perbaikan, tetapi perusahaan tidak memberikan panduan untuk penjualan dan laba tahun ini. Starbucks juga mengumumkan pemotongan 1.100 posisi dukungan korporat dan menghapus beberapa item dari menu untuk mengurangi biaya dan mempercepat waktu pelayanan.
Analisis Ahli
Andy Barish
Estimasi pasar terlalu optimistis terkait penjualan toko yang sama dan margin, sehingga akan ada risiko koreksi harga saham ketika realisasi kinerja tidak sesuai harapan.