Apple Hentikan Fitur Enkripsi End-to-End di Inggris karena Tekanan Pemerintah
Teknologi
Keamanan Siber
21 Feb 2025
298 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Apple menghentikan layanan enkripsi end-to-end di Inggris karena tekanan dari pemerintah.
Pengguna di Inggris akan kehilangan perlindungan data yang lebih kuat melalui Advanced Data Protection.
Permintaan akses belakang oleh pemerintah menunjukkan ketegangan antara privasi pengguna dan kebutuhan penegakan hukum.
Apple telah menghentikan layanan penyimpanan iCloud yang dilindungi enkripsi end-to-end, yang disebut Advanced Data Protection (ADP), untuk pengguna baru di Inggris. Pengguna yang sudah ada juga akan diminta untuk menonaktifkan fitur ini di masa depan. Keputusan ini diambil setelah laporan bahwa layanan keamanan Inggris meminta Apple memberikan akses belakang (backdoor) ke data terenkripsi pengguna di seluruh dunia. Dengan menghapus ADP, data pengguna di Inggris akan dapat diakses oleh Apple dan dibagikan kepada penegak hukum, meskipun tetap memerlukan surat perintah.
Apple menyatakan bahwa mereka sangat kecewa karena perlindungan yang diberikan oleh ADP tidak dapat diakses oleh pelanggan di Inggris, terutama di tengah meningkatnya ancaman terhadap privasi data. Meskipun Apple berkomitmen untuk memberikan keamanan tertinggi bagi data pribadi pengguna, mereka tidak dapat memenuhi permintaan pemerintah untuk akses belakang. Sementara itu, perusahaan lain seperti Google dan Meta masih menawarkan layanan enkripsi untuk pengguna di Inggris.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Pengorbanan enkripsi end-to-end karena tekanan pemerintah adalah langkah mundur yang berpotensi mengurangi keamanan semua pengguna dan membuka celah penyalahgunaan data.Moxie Marlinspike
Bila perusahaan seperti Apple menyerah terhadap permintaan akses backdoor, itu akan menimbulkan preseden berbahaya yang memperlemah seluruh ekosistem enkripsi global.


