Inggris Batalkan Aturan Memaksa Apple Buka Data Enkripsi Pengguna
Teknologi
Keamanan Siber
19 Agt 2025
227 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
UK telah mencabut perintah akses backdoor kepada Apple.
Tulsi Gabbard berperan penting dalam menjaga privasi data warga AS.
Persetujuan baru antara AS dan UK menyoroti pentingnya perlindungan data dan hak sipil.
Awal tahun ini, Pemerintah Inggris mengeluarkan perintah rahasia yang mengharuskan Apple memberi akses pintu belakang ke data terenkripsi pengguna di seluruh dunia melalui layanan iCloud mereka. Perintah ini memicu kontroversi besar, sebab dianggap berpotensi melanggar privasi banyak pengguna, terutama warga Amerika.
Menanggapi hal ini, Apple memutuskan menarik layanan Advanced Data Protection (ADP), yang menawarkan enkripsi tingkat tinggi untuk iCloud, dari pasar Inggris dan melawan perintah tersebut secara hukum. Keputusan Apple menunjukkan keberaniannya mempertahankan keamanan data pelanggannya meskipun dalam tekanan dari pemerintah.
Pemerintah Amerika Serikat kemudian turut campur dan menilai apakah perintah Inggris bertentangan dengan perjanjian CLOUD Act yang melarang kedua negara untuk saling menuntut data warga negara satu sama lain. Hal ini memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara terkait bagaimana data pribadi dilindungi.
Tulsi Gabbard, Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, mengumumkan bahwa Inggris kini telah membatalkan perintahnya yang mewajibkan Apple membuka akses ke data terenkripsi warga Amerika. Ini adalah kemenangan penting bagi privasi warga dan hak sipil di masa digital seperti sekarang.
Meski demikian, belum jelas apakah Apple akan mengembalikan layanan ADP di Inggris setelah keputusan ini. Perdebatan tentang kebijakan perlindungan data dan keseimbangan antara keamanan nasional dan privasi pribadi masih akan terus berlanjut di masa depan.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Ini adalah contoh klasik dari konflik antara keamanan nasional dan privasi pengguna. Mundurnya Inggris adalah kemenangan kecil bagi privasi digital, tapi tantangan nyata masih ada dalam pengaturan global.Eva Galperin
Langkah ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi internasional yang transparan untuk melindungi data pengguna tanpa mengorbankan hak sipil, dan Apple berperan penting sebagai penjaga privasi.
