Pasar Saham Asia Naik, Saham AS Turun Mulai Karena Kekhawatiran Ekonomi dan Hasil Walmart
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Feb 2025
114 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kinerja Walmart yang mengecewakan menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi AS.
Alibaba menunjukkan pertumbuhan yang kuat, menarik perhatian investor ke sektor teknologi di China.
Kondisi konsumen yang sulit dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Saham Asia diperkirakan akan naik sementara saham AS mengalami penurunan setelah Walmart, retailer terbesar di dunia, memberikan proyeksi yang mengecewakan tentang kondisi ekonomi. Meskipun saham di Australia dan Hong Kong menunjukkan kenaikan, saham Walmart turun 6,5% setelah laporan keuangannya. Hal ini menambah kekhawatiran tentang perilaku konsumen yang terpengaruh oleh harga yang tinggi dan biaya pinjaman yang meningkat. Banyak konsumen kini beralih ke kartu kredit untuk mendukung pengeluaran mereka, yang menyebabkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi ke depan.
Di Asia, investor akan memperhatikan pergerakan saham China setelah penurunan sebelumnya. Saham Asia telah naik 2,5% bulan ini, didorong oleh minat terhadap sektor teknologi, terutama setelah Alibaba melaporkan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS turun, dan nilai tukar yen menguat, menunjukkan harapan bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga lebih cepat. Di pasar komoditas, harga minyak naik di atas Rp 1.20 juta ($72) per barel, sementara harga emas sedikit turun setelah mencapai rekor baru.
Analisis Ahli
Chris Weston
Aliran modal yang bergerak dari saham teknologi AS ke saham teknologi China didukung oleh hasil kuat Alibaba yang menunjukkan potensi pertumbuhan AI dan sektor teknologi di Asia.