Pasar Saham Global Bergejolak Setelah Proyeksi Walmart yang Mengecewakan
Bisnis
Ekonomi Makro
21 Feb 2025
67 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kinerja Walmart menunjukkan adanya ketidakpastian dalam perilaku konsumen.
Pertumbuhan Alibaba memberikan harapan bagi sektor teknologi di China.
Kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan dapat mempengaruhi pasar global.
Saham Asia diperkirakan akan naik sementara saham AS mengalami penurunan setelah Walmart, retailer terbesar di dunia, memberikan proyeksi yang mengecewakan tentang kondisi ekonomi. Meskipun saham di Australia dan Hong Kong mengalami kenaikan, saham AS turun 0,4% karena saham Walmart jatuh 6,5%. Hal ini menambah kekhawatiran tentang perilaku konsumen yang terpengaruh oleh harga yang tinggi dan biaya pinjaman yang meningkat. Banyak konsumen kini beralih ke kartu kredit untuk mendukung pengeluaran mereka, yang menyebabkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi ke depan.
Di Asia, investor akan memperhatikan pergerakan saham China setelah penurunan sebelumnya. Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS turun, dan nilai tukar yen Jepang menguat. Di sektor komoditas, harga minyak naik di atas Rp 1.20 juta ($72) per barel, sementara harga emas sedikit turun setelah mencapai rekor baru. Para analis memperingatkan bahwa berita dari Walmart menambah kekhawatiran tentang kekuatan pertumbuhan ekonomi di sisa tahun ini.
Analisis Ahli
Chris Weston
Alibaba’s strong earnings justify the migration of capital from US tech to China AI plays, reflecting momentum shifts in global investment.Matt Maley
Data Walmart dan penurunan konsumsi menunjukkan kekhawatiran mendalam tentang kekuatan konsumen yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun ini.