Pasar Asia Tertekan oleh Kekhawatiran Inflasi AS dan Ancaman Perang Dagang Baru
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Feb 2025
165 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kekhawatiran inflasi di AS dapat mempengaruhi pasar Asia.
Kondisi keuangan di Jepang semakin ketat, berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Data perdagangan dan penjualan TSMC akan menjadi indikator penting bagi pasar Asia.
Pasar Asia diperkirakan akan mengalami pembukaan yang sulit pada hari Senin setelah penurunan yang signifikan di Wall Street pada hari Jumat. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran inflasi di AS dan meningkatnya ketakutan akan perang dagang global setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengenakan tarif timbal balik pada banyak negara. Meskipun ada kemungkinan penangguhan seperti yang terjadi pada tarif untuk Meksiko dan Kanada, banyak ekonomi Asia yang rentan terhadap dampak ini. Penurunan ini juga dipicu oleh laporan pekerjaan AS yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang melambat, meskipun tingkat pengangguran menurun dan pertumbuhan upah meningkat.
Di sisi lain, situasi di China dan Jepang berbeda. Di China, inflasi harga konsumen meningkat, tetapi harga produsen mengalami penurunan yang lebih cepat dari yang diperkirakan, menunjukkan bahwa mereka masih berjuang melawan deflasi. Sementara itu, di Jepang, imbal hasil obligasi dan nilai yen meningkat, menunjukkan kondisi keuangan yang lebih ketat. Meskipun kondisi keuangan di pasar negara berkembang telah sedikit melonggar, kekhawatiran terkait tarif tetap menjadi perhatian utama. Beberapa perkembangan penting yang dapat mempengaruhi pasar Asia pada hari Senin termasuk penjualan bulanan TSMC di Taiwan dan data perdagangan serta akun berjalan Jepang.
Analisis Ahli
Jamie McGeever
Menyoroti dampak langsung kebijakan tarif AS dan data ekonomi terbaru yang bisa memicu reaksi pasar Asia di hari-hari mendatang.Goldman Sachs
Mengamati bahwa kondisi keuangan di Jepang sekarang adalah yang paling ketat dalam lima bulan terakhir dan potensi penguatan langkah ketat Bank of Japan.