Pasar Asia Tangguh Meski Perang Dagang dan Saham Teknologi Turun
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Feb 2025
49 dibaca
1 menit
Pasar Asia saat ini menunjukkan ketahanan meskipun ada kekhawatiran tentang perang dagang global dan penurunan saham perusahaan teknologi besar di AS. Meskipun harga emas meningkat dan yen Jepang menguat, investor tetap optimis. Namun, ada risiko bahwa pandangan positif ini bisa berubah jika data pasar tenaga kerja AS menunjukkan penurunan atau jika ada pengumuman mengejutkan dari Presiden AS, Donald Trump, mengenai tarif. Saham perusahaan seperti Alphabet dan AMD mengalami penurunan, tetapi indeks teknologi Nasdaq berhasil pulih dan ditutup sedikit lebih tinggi.
Perhatian di Asia tertuju pada respons China terhadap tarif 10% yang dikenakan oleh Trump, setelah China mengajukan sengketa di Organisasi Perdagangan Dunia. Meskipun pasar China relatif tenang setelah liburan Tahun Baru Imlek, nilai tukar yuan mengalami tekanan. Di Jepang, yen menguat setelah data upah yang kuat, dan ada harapan bahwa kebijakan moneter Bank of Japan akan lebih ketat. Beberapa perusahaan besar Jepang, seperti Mitsubishi dan Nikon, akan melaporkan hasil keuangan mereka, dan pasar otomotif mungkin terpengaruh oleh berita tentang kemungkinan merger Nissan dan Honda yang tidak berjalan lancar.
Analisis Ahli
Mohamed El-Erian
Penurunan hasil obligasi AS tidak selalu mencerminkan pertumbuhan yang membaik, melainkan bisa menjadi sinyal peringatan terhadap perlambatan ekonomi yang akan datang.Jamie Dimon
Pasar perlu waspada terhadap eskalasi perang dagang dan dampaknya terhadap rantai pasok global yang dapat mengguncang stabilitas keuangan.