Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Stabil Meski Tarif dan Inflasi AS Picu Ketidakpastian Global

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
14 Feb 2025
289 dibaca
1 menit
Pasar Stabil Meski Tarif dan Inflasi AS Picu Ketidakpastian Global

AI summary

Inflasi di AS dapat mempengaruhi kebijakan tarif yang diambil oleh pemerintah.
Pergerakan pasar saham dan obligasi dipengaruhi oleh berita tentang tarif dan inflasi.
Perusahaan seperti Airbnb dan Palo Alto Networks menunjukkan hasil yang beragam dalam laporan pendapatan mereka.
Pada akhir pekan, pasar saham dan obligasi menunjukkan pergerakan kecil di tengah berita tentang tarif perdagangan dan upaya perdamaian di Ukraina. Beberapa perusahaan melaporkan hasil yang mengecewakan, seperti Palo Alto Networks yang turun 6,1%, sementara Airbnb mengalami lonjakan setelah hasilnya lebih baik dari yang diperkirakan. Di Eropa, saham mewah seperti Hermès mencatat penjualan yang sangat baik selama musim liburan.Investor merasa optimis karena ada spekulasi bahwa negosiasi mengenai tarif perdagangan yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump mungkin tidak akan terlalu berdampak. Meskipun ada tekanan inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan, beberapa analis berpendapat bahwa ini bisa menjadi hal positif bagi pasar, karena dapat mendorong Trump untuk mengurangi tarif yang lebih berat. Selain itu, harga emas mendekati rekor tertinggi, menunjukkan permintaan yang kuat untuk aset aman.

Experts Analysis

Michael Hartnett
Inflasi yang tinggi sebenarnya bisa menjadi berkah terselubung karena akan memaksa kebijakan tarif menjadi lebih kecil dan terfokus, menjaga pasar tetap stabil.
Michael Metcalfe
Penurunan dampak berita tarif terhadap dolar menunjukkan bahwa manajer aset sudah mengatur ulang posisi mereka dan tidak lagi yakin pasar akan terdampak besar.
Editorial Note
Meski ketidakpastian kebijakan Trump masih tinggi, respons pasar menunjukkan optimisme bahwa dampak negatif yang parah dari tarif perdagangan dapat dihindari. Namun, investor harus tetap waspada karena penyesuaian kebijakan dan data inflasi yang tidak menentu bisa memicu volatilitas mendadak.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.