Tarif Timbal Balik AS Dorong Saham Asia Naik dan Negosiasi Perdagangan Baru
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
14 Feb 2025
43 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kenaikan ekuitas Asia dipicu oleh spekulasi tentang negosiasi tarif yang lebih lunak.
Kebijakan tarif Trump berfokus pada negara tertentu dan dapat mempengaruhi nilai dolar AS.
Perkembangan teknologi AI di China memberikan optimisme bagi pasar saham di wilayah tersebut.
Pasar saham di Asia mengalami kenaikan pada hari Jumat setelah munculnya tanda-tanda bahwa tarif timbal balik dari AS mungkin akan diterapkan dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini memberikan harapan bagi negosiasi yang dapat mengurangi dampak dari tarif tersebut. Saham-saham di Asia, termasuk di Hong Kong dan Korea Selatan, menunjukkan peningkatan, sementara nilai dolar AS berada di dekat level terendah dalam dua bulan. Investor merasa optimis karena ada kemungkinan bahwa tarif yang diusulkan akan lebih terarah dan tidak terlalu luas, yang dapat mendukung sentimen pasar.
Di sisi lain, pasar saham di India mengalami penurunan nilai yang signifikan, dengan lebih dari Rp 10.02 quadriliun ($600 miliar) hilang sejak puncaknya pada bulan September. Namun, indeks BSE Sensex di India naik untuk pertama kalinya dalam delapan sesi. Selain itu, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi sepakat untuk memulai negosiasi guna mengatasi defisit perdagangan AS. Sementara itu, harga emas tetap tinggi, dan pasar minyak stabil setelah dampak dari pernyataan Trump mengenai tarif timbal balik.
Analisis Ahli
Kyle Rodda
Pendekatan lambat dan kemungkinan penghapusan sebagian tarif mendukung sentimen pasar dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap negosiasi.Charu Chanana
Penurunan dolar AS adalah awal dari pelemahan berkelanjutan karena tarif yang lebih terfokus dan alasan nasionalisme ekonomi mulai terefleksikan dalam pasar global.