Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Timbal Balik AS Dorong Saham Asia Naik dan Negosiasi Perdagangan Baru

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
14 Feb 2025
265 dibaca
1 menit
Tarif Timbal Balik AS Dorong Saham Asia Naik dan Negosiasi Perdagangan Baru

AI summary

Kenaikan ekuitas Asia dipicu oleh spekulasi tentang negosiasi tarif yang lebih lunak.
Kebijakan tarif Trump berfokus pada negara tertentu dan dapat mempengaruhi nilai dolar AS.
Perkembangan teknologi AI di China memberikan optimisme bagi pasar saham di wilayah tersebut.
Pasar saham di Asia mengalami kenaikan pada hari Jumat setelah munculnya tanda-tanda bahwa tarif timbal balik dari AS mungkin akan diterapkan dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini memberikan harapan bagi negosiasi yang dapat mengurangi dampak dari tarif tersebut. Saham-saham di Asia, termasuk di Hong Kong dan Korea Selatan, menunjukkan peningkatan, sementara nilai dolar AS berada di dekat level terendah dalam dua bulan. Investor merasa optimis karena ada kemungkinan bahwa tarif yang diusulkan akan lebih terarah dan tidak terlalu luas, yang dapat mendukung sentimen pasar.Di sisi lain, pasar saham di India mengalami penurunan nilai yang signifikan, dengan lebih dari $600 miliar hilang sejak puncaknya pada bulan September. Namun, indeks BSE Sensex di India naik untuk pertama kalinya dalam delapan sesi. Selain itu, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi sepakat untuk memulai negosiasi guna mengatasi defisit perdagangan AS. Sementara itu, harga emas tetap tinggi, dan pasar minyak stabil setelah dampak dari pernyataan Trump mengenai tarif timbal balik.

Experts Analysis

Kyle Rodda
Pendekatan lambat dan kemungkinan penghapusan sebagian tarif mendukung sentimen pasar dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap negosiasi.
Charu Chanana
Penurunan dolar AS adalah awal dari pelemahan berkelanjutan karena tarif yang lebih terfokus dan alasan nasionalisme ekonomi mulai terefleksikan dalam pasar global.
Editorial Note
Pendekatan bertahap Trump terhadap tarif menunjukkan bahwa pemerintah ingin menghindari dampak negatif besar pada pasar sambil memaksa mitra dagang untuk bernegosiasi. Investor harus tetap waspada karena meski negosiasi terjadi, ketidakpastian politik dan ekonomi global masih tinggi dan bisa menyebabkan volatilitas pasar yang signifikan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.