TLDR
Kavan Cardoza menunjukkan bahwa teknologi AI dapat digunakan untuk menciptakan film berkualitas tinggi. Industri film harus terbuka untuk inovasi dan ide-ide baru dari pembuat film independen. Karya-karya seperti 'Ghost's Apprentice' dapat menginspirasi generasi baru pembuat film untuk mengeksplorasi batasan kreativitas. Pada suatu pagi, seorang pembuat film independen bernama Kavan Cardoza, yang dikenal sebagai Kavan the Kid, merilis film pendek berjudul "Ghost’s Apprentice" yang berlatar belakang dunia Star Wars. Film ini dibuat dengan menggunakan teknologi AI dan berhasil menarik perhatian banyak orang karena kualitas visual dan cerita yang mendalam. Cardoza sebelumnya juga dikenal dengan film pendek Batman yang juga menggunakan AI, yang membuat Warner Bros. merasa perlu untuk menghentikannya. Namun, banyak yang berpendapat bahwa seharusnya Disney justru merekrut Cardoza daripada menghentikannya.Cardoza menciptakan film Star Wars ini dalam waktu 14 hari dengan menggunakan berbagai alat AI, meskipun ia mengalami kesulitan ketika akses ke salah satu alatnya terputus di akhir proses. Ia percaya bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi para pembuat film muda untuk mengeksplorasi teknologi baru tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Banyak orang di industri film mulai memperhatikan karyanya, dan ada harapan bahwa Cardoza akan mendapatkan kontrak kerja daripada dihentikan, karena ia mewakili semangat inovasi dan keberanian dalam dunia perfilman.