AI summary
Drone baru ini dapat mendeteksi pesawat siluman dari jarak jauh. Pengembangan teknologi ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemampuan pertahanan China. Meskipun memiliki kelemahan, drone ini dapat meningkatkan sistem peringatan dini di wilayah udara China. Peneliti dari Changchun Institute of Optics, Fine Mechanics, and Physics (CIOMP) di China telah mengembangkan drone balon udara baru yang dapat mendeteksi pesawat siluman hingga jarak 2.000 km. Drone ini dapat melayang di stratosfer dan dilengkapi dengan sensor inframerah yang lebih efektif dibandingkan radar dalam mendeteksi pesawat siluman seperti F-35 dan F-22. Dengan menggunakan informasi tentang jejak panas dari mesin pesawat, tim peneliti berhasil merancang detektor yang dipasang pada drone untuk mendeteksi pesawat dari jarak jauh, terutama dari sisi atau belakang.Drone ini dapat terbang di ketinggian 20 km selama berbulan-bulan, jauh dari jangkauan rudal permukaan dan pesawat tempur. Meskipun drone ini memiliki beberapa kelemahan, seperti kecepatan yang lambat dan ukuran yang besar, biaya pembuatan yang relatif murah dapat meningkatkan kemampuan deteksi pesawat siluman. Jika klaim ini benar, penggunaan drone ini dapat mengubah cara operasi pesawat siluman dan membuat mereka lebih berhati-hati saat terbang di dekat konstelasi drone tersebut.
Pengembangan drone pengintai berteknologi inframerah ini sangat strategis dan realistis dalam mengatasi kelemahan utama pesawat stealth yang biasanya bergantung pada penghindaran radar. Meskipun begitu, strategi ini bukan tanpa risiko karena drone besar ini sendiri cukup rentan terhadap serangan dan intersepsi, sehingga harus ada sistem pertahanan pendukung yang kuat untuk melindungi mereka.