Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank of England Pertimbangkan Pemotongan Suku Bunga Lebih Besar Karena Permintaan Melemah

Finansial
Kebijakan Fiskal
News Publisher
11 Feb 2025
71 dibaca
1 menit
Bank of England Pertimbangkan Pemotongan Suku Bunga Lebih Besar Karena Permintaan Melemah

AI summary

Kondisi permintaan di Inggris saat ini lebih lemah, mempengaruhi keputusan suku bunga.
Catherine Mann berpendapat bahwa penurunan suku bunga yang lebih besar dapat membantu komunikasi kebijakan moneter.
Bank of England telah melakukan beberapa penurunan suku bunga sejak Agustus untuk merespons inflasi yang menurun.
Seorang anggota dewan Bank of England, Catherine Mann, yang mendukung pemotongan suku bunga yang besar baru-baru ini, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan kesulitan untuk menaikkan harga karena konsumen mengurangi pengeluaran. Dalam sebuah wawancara, Mann menyatakan bahwa kondisi permintaan saat ini lebih lemah dibandingkan sebelumnya, sehingga mungkin diperlukan pemotongan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan inflasi. Dia juga menjelaskan bahwa pemotongan suku bunga yang lebih besar dapat membantu menyampaikan kondisi keuangan yang tepat untuk ekonomi Inggris.Minggu lalu, Bank of England telah memotong suku bunga sebesar seperempat poin menjadi 4,5%, yang merupakan pemotongan ketiga sejak bulan Agustus. Mann dan anggota dewan lainnya, Swati Dhingra, mendukung pemotongan setengah poin yang lebih besar. Namun, Mann menekankan bahwa dukungannya untuk pemotongan setengah poin ini adalah langkah yang unik dan bukan tanda dari pemotongan suku bunga yang berkelanjutan.

Experts Analysis

Catherine Mann
Pendukung pemotongan suku bunga setengah poin untuk memberikan sinyal kuat terkait kondisi moneter yang lebih longgar karena melemahnya permintaan dan harga.
Swati Dhingra
Menyetujui pemotongan suku bunga lebih besar sebagai respons terhadap pelemahan ekonomi dan perlunya dukungan finansial.
Editorial Note
Pandangan Catherine Mann menunjukkan perubahan penting dalam sikap bank sentral terhadap kondisi ekonomi yang memang semakin rapuh, yang berarti fokus kini bergeser dari pengendalian inflasi ketat ke upaya mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, langkah pemotongan suku bunga yang lebih besar harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak memicu risiko inflasi kembali di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.