Masa Depan TikTok di AS dan Risiko Besar bagi Perusahaan Teknologi
Teknologi
Keamanan Siber
05 Feb 2025
180 dibaca
2 menit

TikTok saat ini berada dalam situasi yang tidak pasti di Amerika Serikat setelah adanya perintah eksekutif dari Presiden Trump yang memperpanjang masa tenggang untuk aplikasi tersebut. Meskipun TikTok masih dapat digunakan, beberapa perusahaan teknologi yang terlibat dalam operasionalnya menghadapi risiko besar jika peraturan yang ada mulai ditegakkan. Jika perusahaan-perusahaan tersebut melanggar hukum, mereka bisa dikenakan denda yang sangat besar, mencapai sekitar Rp 14.20 quadriliun ($850 miliar) jika semua pengguna TikTok di AS dikenakan denda. Oracle, yang menyimpan data TikTok di AS, dan perusahaan seperti Apple dan Google harus membuat keputusan sulit tentang dukungan mereka terhadap platform ini.
Selain itu, ada rencana untuk membuat dana kekayaan negara yang dapat digunakan untuk berinvestasi di TikTok, tetapi banyak yang meragukan kelayakan rencana ini. Jika dana tersebut tidak dapat dibentuk sebelum masa tenggang berakhir, TikTok mungkin akan menghadapi masalah lebih lanjut. Situasi ini tidak hanya berdampak pada TikTok, tetapi juga dapat mempengaruhi aplikasi lain yang berasal dari China dan menciptakan tantangan baru di sektor teknologi, termasuk dalam penggunaan alat AI. Keputusan yang diambil selama periode ini dapat mempengaruhi hubungan regulasi perusahaan-perusahaan AS dengan perusahaan teknologi asing di masa depan.
Analisis Ahli
Jim Johnston
Penegakan hukum dapat terjadi kapan saja dan perusahaan mungkin mengandalkan eksekutif order saat ini untuk menghindari hukuman, tapi risiko tetap tinggi bagi perusahaan yang mendukung TikTok.