Pasar saham di Asia mengalami penurunan setelah saham China dibuka lebih rendah, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Investor menjadi lebih berhati-hati karena adanya tarif 10% yang dikenakan AS pada barang-barang impor dari China, yang memicu respons cepat dari Beijing. Meskipun beberapa investor melihat respons China sebagai langkah yang hati-hati, ada kekhawatiran bahwa data aktivitas manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan dan penurunan nilai yuan dapat mempengaruhi saham China.Sementara itu, saham Jepang juga mengalami penurunan setelah yen menguat terhadap dolar, dan harga minyak sedikit menurun karena kekhawatiran bahwa perang dagang dapat mempengaruhi pertumbuhan global. Meskipun ada beberapa pemulihan di pasar saham AS, ketidakpastian dalam negosiasi perdagangan antara AS dan China tetap menjadi perhatian utama bagi investor. Beberapa analis percaya bahwa jika tarif dan langkah balasan China ditunda, itu akan baik untuk pasar, tetapi ketegangan dapat meningkat lagi.
Situasi pasar saat ini mencerminkan ketidakpastian global yang tinggi dan respon hati-hati investor terhadap kebijakan proteksionis. Meski stimulus dan tindakan Beijing mencoba menahan penurunan, risiko eskalasi perang dagang tetap menjadi ancaman nyata bagi pemulihan pasar.