Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Serangan Siber Terbesar Terhadap DeepSeek Memicu Ketegangan AI China-AS

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (1y ago) cyber-security (1y ago)
30 Jan 2025
138 dibaca
1 menit
Serangan Siber Terbesar Terhadap DeepSeek Memicu Ketegangan AI China-AS
DeepSeek, sebuah perusahaan rintisan AI dari China, mengalami serangan siber besar-besaran yang diduga berasal dari Amerika Serikat. Serangan ini dimulai pada 3 Januari dan mencapai puncaknya pada hari Senin dan Selasa, dengan upaya brute-force yang signifikan dari alamat IP yang berbasis di AS. Serangan ini menargetkan model asisten AI baru yang diluncurkan oleh DeepSeek, yang dirancang untuk beroperasi dengan biaya lebih rendah dibandingkan dengan model-model dari AS. Serangan ini terdiri dari beberapa tahap, dimulai dengan serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) yang membanjiri sistem dengan lalu lintas internet berlebihan, diikuti oleh upaya brute-force untuk membongkar ID pengguna dan kata sandi. Sebagai respons terhadap serangan ini, DeepSeek membatasi pendaftaran pengguna baru hanya untuk nomor ponsel dari daratan China. Serangan ini juga bertepatan dengan peluncuran asisten AI open-source DeepSeek yang menarik perhatian global karena kemampuannya yang mirip dengan model-model canggih lainnya namun dengan biaya yang jauh lebih rendah. Pemerintah AS menyatakan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan teknologi AI Amerika oleh DeepSeek, dengan beberapa pejabat menganggap bahwa perusahaan tersebut mungkin telah mendapatkan keuntungan dari teknologi AI AS tanpa investasi yang setara.

Analisis Ahli

Wang Hui
Semua IP yang menyerang tercatat berasal dari AS, menunjukkan bahwa serangan ini terkoordinasi dan memiliki sumber yang jelas.
David Sacks
Proses distilasi DeepSeek dapat memberi keuntungan besar secara biaya, namun juga menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka memanfaatkan teknologi AI Amerika tanpa investasi yang setara.