DeepSeek: Popularitas AI China Memicu Kekhawatiran Keamanan Data AS
Teknologi
Keamanan Siber
29 Jan 2025
273 dibaca
1 menit

Kepopuleran DeepSeek, sebuah aplikasi baru yang mengalahkan ChatGPT di App Store, menimbulkan kekhawatiran di kalangan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat tentang keamanan data mereka. Banyak perusahaan Fortune 500 mulai bertanya-tanya bagaimana cara melindungi informasi penting mereka dari DeepSeek, yang memiliki hubungan dengan China. Meskipun ada kekhawatiran ini, banyak karyawan tetap mengunduh aplikasi tersebut untuk mengeksplorasi kemampuannya, mirip dengan apa yang terjadi pada larangan penggunaan ChatGPT di tempat kerja.
DeepSeek menawarkan model sumber terbuka yang memungkinkan siapa saja untuk memeriksa dan menggunakan teknologi mereka, tetapi ini juga menimbulkan risiko bagi keamanan data. Data yang dikirim ke DeepSeek diproses di server mereka di China, yang berarti data tersebut dapat terpengaruh oleh undang-undang privasi data China. Para ahli memperingatkan bahwa meskipun DeepSeek memiliki potensi yang besar, ada risiko bahwa informasi sensitif dapat jatuh ke tangan yang salah, termasuk kemungkinan serangan dari pihak jahat yang ingin merusak layanan DeepSeek.
Analisis Ahli
Levi Gundert
Open-source DeepSeek bisa dimanfaatkan untuk membangun aplikasi yang terisolasi dari server utama, namun juga membuka peluang bagi pelaku kriminal siber memanfaatkannya.Mike McNerney
Kerentanan serangan seperti denial-of-service pada DeepSeek dapat mengganggu fungsi analisis AI yang sangat bergantung pada interaksi lingkungan.Itamar Golan
Penggunaan DeepSeek dapat membawa risiko data perusahaan AS masuk ke sistem China, yang berpotensi disalahgunakan oleh otoritas Beijing.


