Saham di Asia diperkirakan akan turun mengikuti tren di AS setelah Federal Reserve memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga. Ketua Jerome Powell menyatakan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga meskipun inflasi masih dianggap "sedikit tinggi". Di AS, perhatian tertuju pada laporan pendapatan perusahaan teknologi, di mana Tesla menunjukkan harapan peningkatan penjualan, sementara Microsoft mengalami penurunan karena pertumbuhan bisnis cloud-nya melambat.Di Asia, pasar saham utama seperti Hong Kong dan China tutup karena liburan Tahun Baru Imlek. Fokus selanjutnya adalah pada pernyataan dari pejabat bank sentral Australia dan Jepang mengenai kebijakan suku bunga mereka. Sementara itu, pasar juga memperhatikan dampak dari konsentrasi saham teknologi yang tinggi di S&P 500, yang dapat menimbulkan risiko bagi pasar secara keseluruhan.
Kebijakan suku bunga yang tetap ketat oleh Fed menegaskan bahwa inflasi masih menjadi ancaman signifikan sehingga membatasi ruang untuk pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Konsentrasi kuat saham teknologi di pasar menunjukan risiko gelembung yang serius, sehingga investor harus lebih selektif dan waspada terhadap potensi koreksi harga yang tajam.