Saham Asia Turun Setelah Fed Tahan Suku Bunga, Fokus ke Tekno dan Bank Sentral
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
30 Jan 2025
136 dibaca
1 menit
Saham di Asia diperkirakan akan turun mengikuti tren di AS setelah Federal Reserve memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga. Ketua Jerome Powell menyatakan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga meskipun inflasi masih dianggap "sedikit tinggi". Di AS, perhatian tertuju pada laporan pendapatan perusahaan teknologi, di mana Tesla menunjukkan harapan peningkatan penjualan, sementara Microsoft mengalami penurunan karena pertumbuhan bisnis cloud-nya melambat.
Di Asia, pasar saham utama seperti Hong Kong dan China tutup karena liburan Tahun Baru Imlek. Fokus selanjutnya adalah pada pernyataan dari pejabat bank sentral Australia dan Jepang mengenai kebijakan suku bunga mereka. Sementara itu, pasar juga memperhatikan dampak dari konsentrasi saham teknologi yang tinggi di S&P 500, yang dapat menimbulkan risiko bagi pasar secara keseluruhan.
Analisis Ahli
Win Thin
Pasar terlalu memperhatikan kata-kata Fed, berdampak pada volatilitas yang tinggi karena interpretasi berlebihan tentang statement Fed.Shoki Omori
Bank Jepang memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, yang dapat menguatkan yen jika sinyal kebijakan lebih hawkish.Torsten Slok
Konsentrasi tinggi dari saham teknologi di S&P 500 membuat investor over-exposed dan meningkatkan risiko koreksi pasar.