Saham di Asia diperkirakan akan turun mengikuti pasar AS setelah Federal Reserve memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga. Ketua Jerome Powell menyatakan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Di AS, perhatian tertuju pada laporan pendapatan perusahaan teknologi, di mana Tesla menunjukkan harapan peningkatan penjualan, sementara Microsoft mengalami penurunan karena pertumbuhan bisnis cloud-nya melambat. Suku bunga federal funds tetap di kisaran 4,25%-4,5%, dan meskipun inflasi masih dianggap tinggi, tidak ada sinyal jelas tentang perubahan kebijakan.Di Asia, pasar akan memperhatikan pernyataan dari pejabat bank sentral, termasuk Bank of Japan dan Reserve Bank of Australia, mengenai kemungkinan penurunan suku bunga. Musim laporan pendapatan juga menjadi fokus, dengan investor mengawasi pengeluaran perusahaan pada teknologi kecerdasan buatan. Meskipun keuntungan dari perusahaan besar masih meningkat, pertumbuhannya diperkirakan akan melambat. Selain itu, harga minyak turun setelah adanya pernyataan mengenai tarif dari Kanada dan Meksiko.
Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga sambil memberi sinyal hati-hati memperlihatkan betapa rentannya pasar terhadap perubahan kebijakan moneter. Konsentrasi tinggi pada saham teknologi menimbulkan risiko sistemik yang harus diwaspadai para investor agar tidak terjadi koreksi besar berikutnya yang dapat memperparah gejolak pasar.