Saham di Asia diperkirakan akan turun mengikuti tren di AS setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. Di AS, perhatian tertuju pada laporan pendapatan perusahaan teknologi, di mana Tesla menunjukkan harapan peningkatan penjualan, sementara Microsoft mengalami penurunan karena pertumbuhan bisnis cloud-nya melambat. Sementara itu, pasar Asia, termasuk Hong Kong dan China, tutup karena liburan Tahun Baru Imlek.Selain keputusan suku bunga, pasar juga fokus pada musim laporan pendapatan dari perusahaan besar, di mana investor memperhatikan pengeluaran mereka untuk teknologi kecerdasan buatan. Meskipun keuntungan dari perusahaan-perusahaan besar masih meningkat, pertumbuhannya diperkirakan akan melambat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di Wall Street karena konsentrasi kepemimpinan di S&P 500 sangat tinggi, mirip dengan situasi sebelum gelembung dot-com di akhir 1990-an. Di sisi lain, harga minyak turun setelah adanya pernyataan mengenai tarif yang mungkin dikenakan pada Kanada dan Meksiko.
Ketidakpastian mengenai inflasi dan sikap Fed yang berhati-hati mengakibatkan pasar teknologi yang sangat rentan terhadap perubahan sentimen investor. Selain itu, konsentrasi kekuatan pasar pada beberapa saham besar menambah risiko koreksi tajam yang bisa mempengaruhi pasar secara keseluruhan dalam waktu dekat.