Dampak Ancaman Tarif dan Risiko Teknologi Terhadap Harga Emas di 2024
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
28 Jan 2025
145 dibaca
1 menit
Harga emas tidak banyak berubah setelah mengalami penurunan tajam pada hari Senin. Para pedagang sedang mempertimbangkan ancaman tarif terbaru dari Presiden Donald Trump, yang berencana mengenakan tarif pada impor baja, aluminium, dan tembaga. Meskipun Trump tidak memberikan rincian tentang besaran tarif tersebut, ada laporan bahwa Sekretaris Keuangan AS mendorong tarif universal dimulai dari 2,5%. Sementara itu, nilai dolar AS meningkat, yang membatasi permintaan emas sebagai aset aman.
Emas sempat mengalami penurunan 1,1% pada hari Senin karena para pedagang menjual logam mulia ini untuk menutupi kerugian di pasar saham, di mana hampir Rp 16.70 quadriliun ($1 triliun) hilang dari Nasdaq. Meskipun demikian, emas telah mencatatkan serangkaian rekor pada tahun 2024, didorong oleh kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve dan ketegangan geopolitik. Para analis memperkirakan bahwa harga emas mungkin akan meningkat lebih lanjut jika ada pemotongan suku bunga dan meningkatnya permintaan sebagai aset aman akibat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump.
Analisis Ahli
Manav Modi
Meskipun Federal Reserve diperkirakan tidak mengubah suku bunga, pandangan bank sentral terhadap pertumbuhan dan inflasi sangat penting mengingat dampak kebijakan Trump terhadap ekonomi.