Perusahaan kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, baru-baru ini mengubah pasar energi AS setelah hanya satu hari perdagangan. DeepSeek memiliki model yang lebih efisien dalam penggunaan energi, yang dapat mengurangi dampak lingkungan dari kebutuhan energi AI. Sebelumnya, banyak perusahaan besar seperti OpenAI dan Microsoft mengandalkan sumber energi baru, termasuk pembangkit nuklir, untuk memenuhi permintaan energi yang diperkirakan akan meningkat pesat. Namun, setelah kemunculan DeepSeek, para analis mulai meragukan proyeksi permintaan energi yang tinggi untuk AI di masa depan.Meskipun DeepSeek dapat mengurangi konsumsi energi AI, kebutuhan energi secara keseluruhan tetap akan meningkat karena rumah dan pabrik semakin bergantung pada listrik. Perusahaan-perusahaan besar berusaha menemukan sumber energi bersih untuk menjaga pusat data mereka tetap beroperasi. Meskipun ada harapan untuk efisiensi yang lebih baik, banyak yang khawatir bahwa permintaan energi untuk AI akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi dan kompetisi di industri ini.
Penemuan DeepSeek menunjukkan bahwa efisiensi energi dalam AI bisa direvolusi dengan teknologi yang lebih ringan, namun ini bukan akhir dari peningkatan permintaan energi AI. Industri dan regulator harus hati-hati agar tidak terlalu berekspektasi berlebihan sehingga menimbulkan risiko investasi infrastruktur yang sia-sia.