Para penggiat kecerdasan buatan seperti Sam Altman berusaha mengubah dunia dengan teknologi baru, tetapi mereka memerlukan banyak uang untuk mewujudkannya. Hal ini menyebabkan terjadinya "kejaran emas" modern di Wall Street, di mana perusahaan teknologi dan energi mengumpulkan dana melalui berbagai cara, seperti menjual saham dan obligasi. Perusahaan besar seperti Amazon dan Microsoft diperkirakan akan menghabiskan sekitar $3 triliun hingga tahun 2030 untuk membangun pusat data. Namun, para investor harus berhati-hati karena industri ini bisa berubah dengan cepat, seperti yang terjadi baru-baru ini ketika perusahaan DeepSeek dari China menyebabkan penurunan nilai saham perusahaan AI.Salah satu contoh investasi besar adalah proyek Stargate, yang merupakan kerja sama antara OpenAI, Oracle, dan SoftBank, yang dimulai dengan pusat data di Texas. Perusahaan Blue Owl Capital menyediakan dana sebesar $1 miliar untuk proyek ini. Selain itu, perusahaan Digital Realty juga mengalami lonjakan penggalangan dana, mengumpulkan $8,5 miliar untuk mendukung pertumbuhan yang didorong oleh AI. Perusahaan lain seperti Silicon Ranch juga berinvestasi besar-besaran dalam proyek energi terbarukan untuk mendukung pusat data. Semua ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah uang yang terlibat sangat besar, bagi perusahaan-perusahaan besar, itu mungkin hanya sebagian kecil dari apa yang mereka butuhkan untuk membangun infrastruktur yang diperlukan.
Industri AI dan data center sedang memasuki fase pertumbuhan super cepat yang menuntut modal sangat besar dan strategi kemitraan cerdas. Namun, investor mesti sangat berhati-hati karena pasar ini sangat volatil dan penuh ketidakpastian teknologi serta kebijakan.