Bagaimana Perusahaan Besar Galang Dana Triliunan untuk Revolusi AI dan Data Center
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
02 Feb 2025
103 dibaca
2 menit
Para penggiat kecerdasan buatan seperti Sam Altman berusaha mengubah dunia dengan teknologi baru, tetapi mereka memerlukan banyak uang untuk mewujudkannya. Hal ini menyebabkan terjadinya "kejaran emas" modern di Wall Street, di mana perusahaan teknologi dan energi mengumpulkan dana melalui berbagai cara, seperti menjual saham dan obligasi. Perusahaan besar seperti Amazon dan Microsoft diperkirakan akan menghabiskan sekitar Rp 50.10 quadriliun ($3 triliun) hingga tahun 2030 untuk membangun pusat data. Namun, para investor harus berhati-hati karena industri ini bisa berubah dengan cepat, seperti yang terjadi baru-baru ini ketika perusahaan DeepSeek dari China menyebabkan penurunan nilai saham perusahaan AI.
Salah satu contoh investasi besar adalah proyek Stargate, yang merupakan kerja sama antara OpenAI, Oracle, dan SoftBank, yang dimulai dengan pusat data di Texas. Perusahaan Blue Owl Capital menyediakan dana sebesar Rp 16.70 triliun ($1 miliar) untuk proyek ini. Selain itu, perusahaan Digital Realty juga mengalami lonjakan penggalangan dana, mengumpulkan Rp 141.95 triliun ($8,5 miliar) untuk mendukung pertumbuhan yang didorong oleh AI. Perusahaan lain seperti Silicon Ranch juga berinvestasi besar-besaran dalam proyek energi terbarukan untuk mendukung pusat data. Semua ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah uang yang terlibat sangat besar, bagi perusahaan-perusahaan besar, itu mungkin hanya sebagian kecil dari apa yang mereka butuhkan untuk membangun infrastruktur yang diperlukan.
Analisis Ahli
Catherine O'Donnell
Berinvestasi di perusahaan teknologi lebih kompleks karena tingkat risiko disrupsi yang jauh lebih tinggi dibandingkan industri gas dan minyak tradisional.Larry Ellison
Strategi mencari mitra keuangan untuk membangun data center adalah cara efektif bersaing dengan pemain besar dan memanfaatkan modal eksternal.