Terobosan DeepSeek Ubah Proyeksi Konsumsi Listrik AI di Amerika Serikat
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
28 Jan 2025
253 dibaca
1 menit

DeepSeek, sebuah startup AI dari China, sedang menarik perhatian karena klaimnya yang lebih efisien dibandingkan pesaingnya. Hal ini menambah ketidakpastian dalam proyeksi permintaan listrik untuk pusat data di AS, yang semakin penting bagi perusahaan energi. Penggunaan listrik untuk melatih dan menggunakan model AI dapat mempengaruhi emisi karbon, terutama jika sumber energinya berasal dari bahan bakar fosil. Para analis mencatat bahwa model DeepSeek dapat mengurangi kebutuhan listrik yang diperlukan untuk pelatihan model AI, tetapi juga dapat meningkatkan permintaan listrik karena lebih banyak orang akan menggunakan teknologi ini.
Sebelum kehadiran DeepSeek, proyeksi kebutuhan pusat data sudah sulit diprediksi. Laporan dari Departemen Energi memperkirakan bahwa pusat data akan menyerap antara 6,7% hingga 12% dari total konsumsi listrik AS pada tahun 2028, meningkat dari 4,4% pada tahun 2023. Meskipun ada ketidakpastian, perusahaan teknologi tetap berencana untuk melakukan investasi besar-besaran. Dengan keberhasilan DeepSeek yang mengejutkan, masa depan permintaan listrik di AS terkait dengan AI di pusat data menjadi semakin tidak pasti.
Analisis Ahli
John Larsen
Kemunculan DeepSeek menambah ketidakpastian besar dalam estimasi pertumbuhan permintaan listrik di AS terkait AI.Arvind Ravikumar
Saatnya mengevaluasi potensi efisiensi yang belum terealisasi supaya investasi pembangkit listrik fosil tidak berlebihan.Tanya Das
Masa depan permintaan listrik dari data center dan AI benar-benar tidak pasti, dan DeepSeek menjadi contoh nyata dari dinamika ini.
