TLDR
Penelitian menunjukkan adanya interaksi dan kemungkinan perkawinan silang antara Homo erectus dan Denisovan. Analisis protein dari gigi Homo erectus menambah pemahaman tentang evolusi manusia di Asia Timur. Pentingnya penelitian lebih lanjut dan pengembangan teknologi dalam studi genetik dan antropologi di Indonesia. Pomodo.id - Enam gigi Homo erectus berusia sekitar 400.000 tahun dari Tiongkok menyimpan petunjuk bahwa manusia purba ini mungkin pernah kawin silang dengan Denisovan, kelompok manusia purba lain yang jejak genetiknya masih terbawa pada sebagian manusia modern di Asia Tenggara dan Oseania. Studi yang dipimpin Qiaomei Fu dari Institut Paleontologi dan Paleoantropologi Vertebrata (IVPP), Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Beijing, ini terbit di jurnal Nature pada 13 Mei 2026 dan kembali diulas ScienceDaily pada 5 November 2026 lewat tulisan ahli paleoekologi Sally Christine Reynolds (Bournemouth University) untuk The Conversation.TL;DR: Semua enam gigi Homo erectus membawa dua varian protein email yang sama. Satu varian belum pernah ditemukan pada kerabat manusia mana pun, satu lagi sebelumnya hanya dikenal pada Denisovan dan sebagian kecil manusia modern. Para peneliti menduga varian kedua mengalir dari Homo erectus ke Denisovan, lalu ke leluhur manusia modern, tetapi dugaan ini belum terbukti.Membaca protein, bukan DNADNA pada fosil berumur ratusan ribu tahun umumnya sudah terurai, terutama di iklim hangat. Karena itu tim Fu beralih ke protein yang terkunci di email gigi, jaringan paling keras di tubuh, yang bisa bertahan jauh lebih lama. Sampelnya berasal dari enam individu (lima laki-laki, satu perempuan) di tiga situs Pleistosen Tengah: Zhoukoudian, situs terkenal "Manusia Peking", serta Hexian dan Sunjiadong. Tim berhasil mengurutkan sembilan protein email.
Paleoproteomik adalah ilmu membaca urutan asam amino dari protein purba. Karena urutan protein ditentukan oleh gen, perbedaan satu asam amino dapat mencerminkan perbedaan genetik antarpopulasi. Informasinya jauh lebih sedikit daripada genom lengkap, tetapi protein email gigi bisa bertahan pada fosil yang DNA-nya sudah lama hilang.
Dua varian pada protein ameloblastinKedua temuan utama ada pada ameloblastin (AMBN), protein yang berperan dalam pembentukan email gigi. Varian pertama, AMBN A253G (asam amino alanin diganti glisin), ditemukan di keenam gigi tetapi tidak pada kerabat manusia lain yang pernah diuji, termasuk Homo erectus berusia sekitar 1,8 juta tahun dari Dmanisi, Georgia. Varian ini berpotensi menjadi penanda khas Homo erectus Asia Timur. Menurut ulasan Reynolds, analisis ini juga memperkuat kesimpulan bahwa fosil Hexian memang Homo erectus, yang sempat diperdebatkan.Varian kedua, AMBN M273V (metionin diganti valin), sebelumnya diketahui pada Denisovan dari Gua Denisova di Siberia (sekitar 70.000 tahun) dan Denisovan dari dekat Taiwan. Varian ini juga ditemukan pada Denisovan yang lebih tua, yakni fosil Harbin (lebih dari 150.000 tahun) dan individu Siberia berusia sekitar 200.000 tahun, serta pada sebagian kecil manusia modern. Reynolds menulis bahwa varian genetik terkait muncul pada sekitar 21% orang di Filipina dan sekitar 1% di India.Tafsiran: Homo erectus sebagai "leluhur hantu"?Para penulis menduga M273V berpindah dari populasi Homo erectus Asia Timur ke Denisovan melalui perkawinan silang, lalu diwariskan Denisovan ke leluhur manusia modern. Fu menyebut Homo erectus bisa jadi garis keturunan "super-arkaik" yang jejaknya sudah lama terdeteksi samar dalam genom manusia modern tanpa diketahui asalnya. Sebagai perbandingan, manusia modern non-Afrika membawa sekitar 2% DNA Neanderthal, sementara orang Papua dan Aborigin Australia membawa tambahan sekitar 2-5% DNA Denisovan.Belum finalAhli paleoantropologi John Hawks (University of Wisconsin-Madison) kepada Nature menilai persoalan ini jauh dari selesai, sebab mutasi yang sama bisa muncul secara independen pada dua populasi tanpa perkawinan silang. Menurutnya, data protein dari Homo erectus Tiongkok yang lebih tua bisa menjadi penentu. Tanya Smith (Griffith University) menyebut dugaan perkawinan silang masuk akal mengingat kedua kelompok hidup berdekatan dalam ruang dan waktu. Fungsi biologis varian M273V sendiri belum diketahui, dan para penulis meminta lebih banyak data protein Homo erectus dari periode dan wilayah lain.Kaitan dengan IndonesiaStudi ini tidak menganalisis fosil Indonesia. Namun Jawa adalah salah satu rumah utama Homo erectus, dengan situs seperti Trinil, Sangiran, dan Ngandong, dan spesies ini diperkirakan bertahan di Jawa hingga sekitar 100.000 tahun lalu. Reynolds menilai metode protein email gigi membuka peluang untuk menguji fosil yang belum punya data DNA maupun protein, termasuk Homo floresiensis dari Flores dan Homo luzonensis dari Filipina, sehingga fosil-fosil dari kawasan ini berpotensi ikut menjawab siapa saja yang menyumbang jejak genetik pada penduduk Asia Tenggara hari ini.Referensi: Qiaomei Fu, Zhongyou Wu, E. Andrew Bennett, dkk. "Enamel proteins from six Homo erectus specimens across China." Nature, 13 Mei 2026. DOI: 10.1038/s41586-026-10478-8.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 7 Nov 2026, 08.46 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)