TLDR
Rostec telah mengembangkan versi mobile dari sistem pertahanan udara Citadel untuk meningkatkan mobilitas dan respons terhadap ancaman udara. Sistem Citadel menggunakan amunisi yang dapat diprogram untuk meningkatkan efektivitas dalam menghadapi drone kecil. Adaptasi sistem pertahanan udara ke kendaraan memberikan fleksibilitas dalam melindungi berbagai lokasi penting. Pomodo.id - Rostec, perusahaan pertahanan asal Rusia, baru saja mengembangkan model mobile dari sistem artileri pertahanan udara Citadel, yang dirancang untuk melindungi area dari ancaman drone dan kawasan udara lainnya dengan lebih cepat. Sistem baru ini memindahkan alat deteksi dan senjata dari instalasi tetap ke sasis kendaraan, sehingga tim pertahanan udara Rusia dapat dengan mudah memindahkan sistem ini ke lokasi yang memerlukan perlindungan. Meskipun Rostec mengumumkan perkembangan ini pada 6 November, rincian lebih lanjut mengenai jenis sasis, spesifikasi kendaraan, dan timeline penerapan belum dipublikasikan.Sistem Citadel, juga dikenal sebagai ZAK-30, merupakan sistem artileri anti-pesawat dengan kaliber 30 mm yang menggunakan senjata otomatis alih-alih rudal terarah untuk menghancurkan target udara dalam jarak dekat. Dengan kombinasi radar dan sensor elektro-optik, Citadel mendeteksi dan melacak ancaman yang datang, berfungsi baik dalam kondisi pencahayaan yang berbeda, berkat kemampuan sensor optiknya yang mampu beroperasi dalam gelombang terlihat dan inframerah. Meskipun Rostec mengklaim sistem ini efektif dalam menghadapi berbagai jenis drone dan rudal jelajah, data kinerja yang telah diverifikasi secara independen masih belum dipublikasikan.
Citadel adalah sistem artileri yang dirancang untuk menanggulangi ancaman dari udara. Banyak sistem pertahanan modern menggunakan rudal untuk menjaga keamanan, tetapi Citadel memanfaatkan senjata otomatis untuk menghancurkan sasaran dalam jarak yang lebih pendek dengan presisi. Ini penting karena sistem yang lebih murah dan fleksibel dapat dioperasikan lebih cepat dan efisien, menawarkan solusi yang lebih praktis dalam pertempuran modern tanpa mengandalkan teknologi rudal yang mahal.
Pengembangan oleh Rostec ini membawa implikasi penting bagi pertahanan nasional dan industri teknologi di Indonesia. Meski tidak ada hubungan langsung yang diumumkan antara Jakarta dan Roestec dalam hal ini, inovasi seperti Citadel menunjukkan tren yang dapat mempengaruhi bagaimana negara-negara lain, termasuk Indonesia, mengadopsi sistem pertahanan yang lebih modern dan efisien. Dengan meningkatnya investasi di bidang teknologi dan pertahanan, khususnya dalam menjaga keamanan terhadap drone yang semakin marak, ada peluang bagi lulusan dan profesional muda di Indonesia untuk mengeksplorasi karir di sektor teknologi dan keamanan siber.Di Indonesia, meskipun kami tidak memiliki versi Citadel, yang pertanyaan tentang bagaimana perlindungan terhadap ancaman drone diterapkan menjadi semakin penting. Sebagai contoh, pendidikan dalam bidang teknologi informasi dan teknik digital dapat membantu kaum muda berkontribusi dalam inovasi yang sama. Saat ini, sektor teknologi di Indonesia berkembang pesat, dan potensi pendapatan dalam bidang ini dapat menjanjikan, terutama bagi mereka yang mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memproduksi dan mengelola sistem pertahanan modern di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 7 Nov 2026, 03.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)