TLDR
Drone TRV-150 telah dimodifikasi untuk mengatasi ancaman drone musuh. Sistem APKWS menawarkan solusi biaya rendah untuk memperkuat pertahanan udara. Konsep modular memungkinkan drone untuk menjalankan berbagai misi, termasuk logistik dan pertahanan. Pomodo.id - Drone kargo yang pada awalnya dirancang untuk mengangkut suplies antar kapal, kini menunjukkan peran yang berbeda di lapangan: menembak jatuh drone musuh dengan roket panduan laser. BAE Systems mengumumkan bahwa pesawat tak berawak TRV-150 yang dimodifikasi berhasil mencegat beberapa drone serangan satu arah selama eksperimen militer AS di Florida. Pengujian ini dilakukan di Eglin Air Force Base dalam rangka latihan Joint Readiness Experimentation dari Kantor Menteri Pertahanan AS untuk Riset dan Rekayasa pada akhir September.TRV-150 membawa peluncur tiga pod yang dilengkapi dengan roket Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS) dari BAE Systems. Dalam satu misi, drone ini dapat menyerang beberapa target udara tanpa perlu mendarat untuk mengisi ulang. Pengujian ini menyoroti upaya yang terus berkembang untuk menghadapi drone serangan yang relatif murah dengan menggunakan senjata yang lebih terjangkau dibandingkan banyak rudal udara-ke-udara konvensional. Ini juga menunjukkan bahwa platform tak berawak yang sudah ada dapat dialihfungsikan untuk memberikan kemampuan pertahanan tambahan tanpa perlu merancang pesawat baru.TRV-150 adalah versi modifikasi dari T-150, sebuah quadcopter angkat berat yang dikembangkan oleh Malloy Aeronautics, anak perusahaan BAE Systems. Pesawat ini awalnya dirancang untuk logistik taktis, mengangkut suplai kepada personel dan kapal militer, bukan untuk menghadapi target udara. Dalam percobaan terbaru, SURVICE Engineering, berbasis di Maryland, melakukan adaptasi pada platform tersebut untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat AS.
TRV-150 adalah sistem udara tak berawak (UAS) yang telah dilengkapi dengan teknologi mutakhir, sehingga mampu beroperasi di lapangan sebagai alat pertahanan. Salah satu fitur utamanya adalah sistem peluncur roket yang dapat ditembakkan dengan presisi tinggi. Ini penting karena saat ini ancaman dari drone kecil yang digunakan untuk menyerang menjadi semakin nyata di berbagai belahan dunia, termasuk untuk keamanan nasional. Memahal bagi negara yang memiliki anggaran terbatas untuk membeli senjata berat seperti jet tempur, sistem seperti TRV-150 menawarkan alternatif yang lebih efisien.
Namun, meskipun berhasil mencegat beberapa serangan, ada tantangan yang perlu diperhatikan. Kemampuan untuk melaksanakan misi tanpa istirahat atau pengisian ulang membuat TRV-150 menjadi inovatif, tetapi juga mengeksplorasi risiko lain terkait keandalan dan ketahanan operasional dalam situasi stres tinggi. Berbagai faktor tersebut menunjukkan bahwa sementara drone ini menjanjikan, efektivitasnya dalam pertempuran yang lebih luas masih harus dievalusi lebih lanjut.Bagi generasi muda di Indonesia, perkembangan seperti ini mengindikasikan peluang baru dalam industri teknologi dan pertahanan. Pekerja muda yang bercita-cita berkarir di bidang teknologi dan militer mungkin akan menemukan bahwa keahlian dalam pengembangan teknologi tak berawak dan sistem pertahanan menjadi semakin relevan. Di masa depan, kemampuan untuk merancang, memproduksi, atau memelihara drone serta sistem pertahanan serupa dapat menjadi keahlian yang dicari banyak perusahaan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia, dengan meningkatnya investasi di sektor teknologi, adanya inovasi di bidang drone bisa membuka pintu untuk peluang karir yang lebih luas, baik di sektor swasta maupun publik.Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan memahami dinamika pertahanan menjadi sangat penting. Dengan anggaran yang terus terbatas, industri pertahanan di Indonesia pun bisa melihat inspirasi dari inovasi seperti TRV-150 dan mengejar pengembangan matang dalam kekuatan militer dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 26 Okt 2026, 01.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)