TLDR
MALET memungkinkan penggunaan peluru mortir yang sudah ada untuk ditempatkan oleh drone. Sistem ini dirancang agar tidak merusak amunisi saat dipasang, sehingga dapat dikembalikan ke konfigurasi aslinya. Pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat berfungsi dengan baik dan aman saat digunakan dalam penerbangan. Pomodo.id - MALET, atau Munitions Air-dropped Lethal Effects Tool, adalah sistem baru yang dikembangkan oleh Angkatan Darat AS untuk memungkinkan sistem udara tanpa awak (UAS) menjatuhkan peluru mortir standar. Sistem ini dirancang oleh Pusat Pengembangan Kapasitas Tempur Angkatan Darat AS (DEVCOM) dan dapat mengubah peluru mortir 60mm dan 81mm yang sudah ada menjadi munitions yang dapat dijatuhkan dari udara. Hal ini mengurangi kebutuhan untuk memperoleh senjata khusus untuk pesawat tanpa awak. Dengan kata lain, tentara bisa lebih memanfaatkan amunisi yang sudah tersedia dalam inventaris mereka.Proses pengembangan MALET dimulai pada tahun 2024 setelah para ahli di Pusat Pengembangan Senjata menemukan peluang untuk memperbaiki amunisi yang ada agar dapat digunakan oleh pesawat tanpa awak. Kit konversi ini dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan peluru mortir konvensional dijatuhkan dari drone tanpa harus melakukan modifikasi lapangan atau menghapus mekanisme keselamatan yang ada. MALET berfungsi sebagai kit konversi yang dapat dipasang, memungkinkan operator drone untuk memperluas pilihan senjata yang digunakan dalam misi mereka.Namun, meski MALET menawarkan fleksibilitas yang lebih, ada batasan terkait penggunaannya. Penggunaan peluru mortir yang ada memerlukan prosedur yang ketat untuk menghindari kecelakaan, terutama dalam penggunaannya di medan perang yang dinamis. Selanjutnya, meski sistem ini mengurangi biaya akuisisi munitions baru, tantangan dalam pelatihan dan kesiapan anggota Angkatan Darat untuk menggunakan teknologi ini harus diperhatikan.Bagi generasi muda di Indonesia, pengembangan teknologi seperti MALET berpotensi mempengaruhi dunia karir mereka. Terdapat peluang dalam sektor teknologi pertahanan dan pengembangan sistem drone. Keahlian dalam desain dan pengoperasian sistem militer canggih seperti MALET dan drone akan semakin dicari, dibutuhkan khususnya di bidang teknik dan teknologi informasi. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan pekerjaan yang berkaitan dengan otomatisasi dan sistem persenjataan.
MALET: Sistem Pengubah Peluru Mortir
MALET adalah sistem yang mengubah peluru mortir tradisional menjadi amunisi yang dapat dijatuhkan dari drone. Ini sangat penting karena memungkinkan tentara menggunakan amunisi yang sudah ada dan mengurangi biaya akuisisi senjata baru. Sistem ini membantu dalam efisiensi logistik di medan perang, namun penggunaannya harus diawasi ketat untuk menghindari bahaya kecelakaan yang dapat terjadi saat mengoperasikan drone.
Dengan kemajuan teknologi dalam persenjataan, generasi muda yang tertarik pada industri pertahanan dan teknologi dapat mulai mempersiapkan diri untuk karir di bidang ini. Mereka dapat mempelajari lebih lanjut tentang teknologi drone dan sistem persenjataan, yang dapat menjadi penting di masa depan. Pengembangan ini juga menyoroti bagaimana teknologi dapat mengubah dinamika perang, dan dengan demikian, mereka yang memahami teknologi ini akan memiliki keunggulan dalam pasar kerja.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 18.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)