TLDR
Penelitian baru menunjukkan peningkatan kapasitas baterai berbasis mangan hingga 409 persen. Metode baru melibatkan penggunaan MnO₂ dalam elektrolit slurry semi-solid, meningkatkan kapasitas penyimpanan. Baterai tersebut menunjukkan efisiensi energi tinggi bahkan pada kepadatan arus yang lebih tinggi. Pomodo.id - Para peneliti di Shanghai University, Tiongkok, telah mengembangkan metode baru yang secara signifikan meningkatkan kapasitas baterai berbasis mangan. Dengan menggunakan elektrolit slurry semi-padat yang terbuat dari dioksida mangan (MnO₂), para ilmuwan melaporkan hasil yang mencengangkan, yaitu peningkatan kapasitas hingga 409 persen dibandingkan dengan standar elektrolit berbasis mangan sulfat (MnSO₄). Peningkatan kapasitas ini terlihat meskipun sistem tersebut beroperasi pada kerapatan arus yang lebih tinggi.Metode baru ini terwujud sebagai solusi untuk masalah yang dihadapi oleh sistem baterai berbasis mangan tradisional. Mangan merupakan material yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan melimpah di alam. Namun, baterai berbasis mangan konvensional memiliki keterbatasan dalam kelarutan elektrolit yang mengharuskan mereka untuk menyimpan jumlah energi yang terbatas. Sebagai alternatif, penggunaan MnO₂ padat dalam metode baru ini memungkinkan peningkatan kandungan bahan aktif di dalam baterai.
Mangan dan Baterai Berbasis Mangan
Mangan adalah logam yang banyak digunakan dalam industri baterai karena sifatnya yang aman dan tersedia secara melimpah. Baterai berbasis mangan telah lama dipilih sebagai pilihan utama untuk sistem penyimpanan energi, tetapi seringkali memiliki keterbatasan dalam kecepatan pengisian dan pengosongan. Dengan menambahkan dioksida mangan ke dalam larutan elektrolit, peneliti dapat meningkatkan efektivitas baterai tersebut sambil mempertahankan keamanan dan daya tahan. Penggunaan metode ini memungkinkan baterai berfungsi lebih efisien dalam berbagai kondisi operasional.
Meskipun terdapat kemajuan yang signifikan, masih ada tantangan yang dihadapi oleh sistem baterai berbasis mangan. Baterai berbasis semi-padat umumnya tidak dapat mengisi atau mengosongkan daya dengan cepat karena reaksi kimia yang lambat. Hal ini menjadi kendala saat diharapkan baterai dapat beroperasi pada laju pengisian dan pengosongan yang tinggi. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat menemukan cara untuk meningkatkan laju reaksi kimia dalam sistem baterai ini, sehingga memperluas aplikasi penggunaan baterai dalam kehidupan sehari-hari.Peningkatan kapasitas baterai di pasar energi yang terus berkembang ini dapat menjadikan pengguna muda di Indonesia lebih paham tentang potensi sektor energi terbarukan dan penyimpanan energi. Dengan teknologi baterai yang lebih efisien, ada peluang di masa depan bagi pengembangan kemandirian energi di Indonesia. Penggunaan baterai dengan kapasitas lebih tinggi juga dapat berarti biaya yang lebih rendah untuk penyimpanan energi. Dengan demikian, lulusan baru di bidang teknik atau ilmu material mungkin menemukan peluang pekerjaan baru di sektor ini, seiring dengan meningkatnya permintaan akan solusi energi berkelanjutan.Dengan peningkatan kapasitas yang luar biasa ini, teknologi baterai berbasis mangan diharapkan dapat menjadi kandidat yang cocok untuk sistem penyimpanan energi skala besar di masa depan. Ini memberikan harapan baru bagi penyimpanan energi di Indonesia, yang dapat berkontribusi pada tranformasi kebijakan energi nasional.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 6 Nov 2026, 04.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)