TLDR
Penelitian ini memperkenalkan elektrolit baru untuk mempercepat pengisian baterai lithium-ion. Elektrolit yang dirancang ulang dapat mengisi 80% dalam 12,8 menit dan 90% dalam 14,7 menit. Tujuan selanjutnya adalah mengurangi waktu pengisian menjadi sekitar 10 menit, mendekati waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional. Pomodo.id - Inovasi terbaru dari para peneliti di University of Maryland dapat mempercepat pengisian baterai lithium-ion untuk mobil listrik (EV). Penelitian ini berhasil mendesain ulang elektrolit, substansi yang diperlukan untuk memfasilitasi pergerakan ion lithium, sehingga waktu pengisian menjadi lebih cepat. Dalam pengujian menggunakan sel pouch yang memiliki kapasitas empat ampere-jam, baterai ini mampu mencapai 80% pengisian dalam waktu 12,8 menit dan 90% dalam 14,7 menit. Penemuan ini berpotensi membuat durasi pengisian baterai EV mendekati waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar kendaraan berbahan bakar bensin.Fenomena yang dikenal sebagai "daya seret elektro-osmotik" ternyata menjadi penghambat yang tidak terlihat dalam proses pengisian. Ketika baterai diisi, ion lithium bergerak dari kutub positif ke kutub negatif melalui elektrolit, namun mereka juga menarik molekul pelarut bersama mereka. Pada kecepatan pengisian yang lebih lambat, pelarut dapat mengalir kembali dan mengisi kekosongan di kutub positif. Namun, saat pengisian dipercepat, aliran balik ini tidak dapat mengikuti, menyebabkan kutub positif kering dan memperlambat pengisian. Penelitian ini menunjukkan bahwa memodifikasi bahan kimia pada elektrolit dapat membantu mengatasi masalah ini dan mempercepat waktu pengisian.
Elektrolit adalah zat yang mengandung ion dan dapat menghantarkan listrik. Dalam baterai lithium-ion, elektrolit berfungsi sebagai medium bagi pergerakan ion lithium saat pengisian dan penggunaan energi. Penggunaan elektrolit baru yang lebih efisien ini merupakan langkah signifikan dalam mempercepat proses pengisian tanpa mengorbankan keamanan atau umur baterai.
Perkembangan ini memiliki implikasi besar bagi pasar mobil listrik, khususnya di Indonesia yang sedang berupaya memperluas penggunaan EV. Dengan pengalaman pengisian yang lebih cepat, konsumen diharapkan akan lebih tertarik untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil. Waktu pengisian yang mendekati waktu mengisi bahan bakar gasolin akan membuat penggunaan EV lebih praktis dan menarik, terutama bagi generasi muda yang menginginkan solusi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Berdasarkan temuan ini, kita bisa melihat pengakuan bahwa baterai lithium-ion masih memiliki tantangan meski telah sangat diandalkan. Meskipun teknologi ini terus berkembang, masih ada kebutuhan untuk inovasi lebih lanjut agar dapat bersaing dengan teknologi bahan bakar tradisional. Para peneliti di Maryland berencana untuk terus mengurangi waktu pengisian, dengan target mencapai sekitar 10 menit ke depan. Ini menunjukkan bahwa industri baterai lithium-ion belum sepenuhnya terpenuhi, dan banyak peluang bagi generasi baru profesional teknik dan penelitian di Indonesia untuk terlibat dalam pengembangan solusi yang lebih efisien.Dengan jumlah kendaraan listrik yang diperkirakan akan meningkat di masa depan, peluang karier di bidang teknik, penelitian material, dan inovasi teknologi baterai kemungkinan akan meningkat. Ini menjadikan investasi dalam pendidikan dan pelatihan di bidang ini sangat relevan bagi para pemuda Indonesia yang ingin berperan dalam transformasi energi di negara mereka.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)