TLDR
Baterai tipis yang dikembangkan bisa mendukung perangkat wearable dan sensor IoT. Lapisan timbal dan karbon membantu mengontrol deposisi lithium untuk meningkatkan stabilitas baterai. Pendekatan rekayasa antarmuka dapat meningkatkan kinerja baterai tanpa anoda. Pomodo.id - Baterai ultrathin yang hanya setebal 2,77 mikrometer telah dikembangkan oleh tim di Dongguk University di Korea Selatan. Baterai ini berpotensi menjadi solusi untuk mengisi daya elektronik wearable, sensor kecil, dan perangkat medis. Dikelola oleh Profesor Hyun-Suk Kim, tim ini menggunakan lapisan timah dan karbon yang dirancang untuk mengontrol deposisi lithium serta mengurangi kehilangan lithium selama proses pengisian dan pengosongan. Penemuan ini diumumkan pada 3 November 2026.Dari segi teknis, baterai ini menggunakan desain all-solid-state, yang menggantikan elektrolit cair dengan bahan padat, memungkinkan keuntungan dari segi keamanan dan densitas energi. Masalah yang dihadapi adalah deposisi lithium yang tidak merata, yang bisa mengganggu operasi baterai. Dengan desain tanpa anoda, lithium dari katoda dapat disimpan ke kolektor arus saat pengisian pertama, membentuk anoda di tempat. Desain ini tidak hanya menyederhanakan pembuatan tetapi juga meningkatkan densitas energi volumetrik, terutama pada baterai tipis.Namun, meskipun ada kemajuan yang signifikan, ada tantangan lain yang terkait dengan isolasi elektris lithium, dimana lithium dapat kehilangan kontak dengan elektrolit padat saat proses pengosongan. Hal ini berpotensi mengurangi kapasitas baterai. Tim dari Dongguk berupaya mengatasi tantangan ini dengan menginvestigasi penggunaan pelapis pada kolektor arus untuk mengendalikan proses tersebut. Mereka mencatat bahwa interlayer mereka berfungsi sebagai benih untuk nucleasi lithium, yang mendukung pengendalian deposisi lithium secara lebih efektif.
Baterai all-solid-state menggunakan bahan padat sebagai pengganti elektrolit cair, yang meningkatkan keamanan dan kinerja baterai. Meskipun memiliki banyak keunggulan, teknologi ini juga menghadapi tantangan besar seperti deposisi lithium yang tidak merata, yang dapat menurunkan efisiensi baterai. Penemuan ini penting karena memberikan solusi potensial untuk teknologi baterai yang lebih aman dan efisien, terutama dalam perangkat miniatur seperti wearable dan sensor medis.
Kemajuan dalam teknologi baterai ini membawa implikasi positif untuk generasi muda di Indonesia, khususnya dalam sektor teknologi dan mesin. Dengan meningkatnya penggunaan perangkat wearable dan aplikasi medis, kebutuhan akan baterai yang lebih efisien dan berdaya tahan tinggi menjadi semakin penting. Hal ini dapat mendorong munculnya peluang karir dalam bidang teknik dan penelitian material, termasuk di startup dan perusahaan teknologi yang berfokus pada inovasi.Sebagai contoh, seiring dengan meningkatnya investasi dalam teknologi baterai, ada potensi peningkatan dalam pekerjaan di Indonesia yang berhubungan dengan pengembangan teknologi ramah lingkungan dan penyimpanan energi. Hal ini menciptakan peluang bagi lulusan teknik untuk berkontribusi pada pengembangan produk yang memanfaatkan teknologi baterai baru, dengan prospek kontribusi terhadap industri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 17.01 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)