TLDR
Komputer kuantum dengan 23.000 qubit dapat memecahkan enkripsi RSA-2048 dalam waktu 3,14 hari. Ada kebutuhan mendesak untuk menguji standar enkripsi pasca-kuantum sebelum komputer kuantum menjadi umum. Perkembangan dalam teknologi kuantum dapat membuat enkripsi yang ada saat ini menjadi usang dalam beberapa tahun ke depan. Pomodo.id - RSA-2048, sistem enkripsi yang melindungi akun bank dan data pribadi kita secara online, berada di ambang kerentanan terhadap komputer kuantum. Sebuah studi oleh perusahaan asal Prancis, Alice & Bob, menyatakan bahwa komputer kuantum dengan 23.000 qubit mampu memecahkan RSA-2048, dan mereka memperkirakan hal ini dapat menjadi kenyataan pada akhir dekade ini. Sistem enkripsi ini telah dianggap sebagai standar emas dalam melindungi infrastruktur digital, termasuk situs web, media sosial, dan layanan perbankan.Keberhasilan Shor's algorithm yang ditemukan oleh Peter Shor pada tahun 1994 menjadi ancaman terbesar bagi RSA-2048. Algoritma ini merancang cara untuk memfaktorisasi angka besar yang menjadi jaminan keamanan di balik enkripsi ini. Sistem RSA-2048 memerlukan pemecahan angka 617 digit menjadi dua bilangan prima, yang hingga kini sulit untuk dilakukan oleh komputer klasik. Namun, dengan adanya computer kuantum, proses ini bisa menjadi jauh lebih sederhana dan efisien. Perusahaan seperti Google telah lama mengantisipasi bahwa untuk menjalankan Shor's algorithm dengan efektif, dibutuhkan komputer kuantum dengan jumlah qubit yang sangat besar dan dalam kondisi yang sangat akurat.
Shor's algorithm adalah metode yang dirancang untuk memecahkan sistem enkripsi seperti RSA dengan meningkatkan efisiensi faktorisasi. Algoritma ini tidak bisa dijalankan dengan baik pada komputer biasa, tetapi pada komputer kuantum, efisiensinya meningkat drastis. Ini merupakan seruan bagi para ilmuwan dan insinyur untuk mengembangkan komputer kuantum yang lebih kuat dan stabil. Kebutuhan untuk mekanisme perbaikan kesalahan, karena qubit fisik rentan terhadap kesalahan, menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan teknologi ini.
Namun, tantangan tetap ada. Meskipun jumlah qubit yang dibutuhkan tampak signifikan, saat ini teknologi dan infrastruktur untuk mengembangkan komputer kuantum massal masih dalam tahap pengembangan. Ada kekhawatiran bahwa meskipun potensi komputer kuantum sangat besar, kita mungkin belum siap menghadapi perlindungan terhadap data sensitif saat ini.Bagi generasi muda Indonesia, berita ini membawa implikasi penting. Dengan ancaman yang bisa ditimbulkan oleh komputer kuantum, dunia pekerjaan di sektor teknologi informasi dan keamanan siber akan mengalami transformasi. Permintaan untuk ahli keamanan siber dan insinyur komputer kuantum diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebutuhan akan solusi yang lebih kuat untuk melindungi data pribadi dan keuangan. Masyarakat yang berinvestasi dalam pendidikan di bidang ini memiliki potensi untuk terlibat dalam industri yang akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan, memungkinkan mereka untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dan imbalan finansial yang lebih tinggi.Di Indonesia, dengan semakin berkembangnya sektor digital dan penetrasi internet yang meningkat, penting bagi para profesional muda untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang seperti kriptografi dan keamanan siber. Ini bukan hanya tentang melindungi data mereka sendiri, tetapi tentang berkontribusi pada keamanan digital yang lebih luas di Indonesia, dimana industri ini diyakini akan terus berkembang dan menjadi bagian integral dari perekonomian nasional.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 21.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)