TLDR
Inisiatif benchmarking kuantum DARPA bertujuan untuk menentukan apakah komputer kuantum skala utilitas dapat diluncurkan pada tahun 2033. Empat perusahaan baru, termasuk Atom Computing dan Diraq, telah maju ke Tahap C untuk pengujian fisik arsitektur komputer kuantum toleran kesalahan. Setiap perusahaan menggunakan pendekatan berbeda untuk mengembangkan qubit, dengan fokus pada pengurangan kesalahan dan peningkatan skala. Pomodo.id - Dalam langkah besar menuju pengembangan komputer kuantum, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) telah memilih empat perusahaan, yaitu Atom Computing, Diraq, IonQ, dan IBM, untuk maju ke Tahap C Verifikasi dalam Inisiatif Pengujian Kuantum (Quantum Benchmarking Initiative/QBI). Kemajuan ini menandai pergeseran ke arah pengujian fisik arsitektur komputasi kuantum yang toleran kesalahan, dengan harapan dapat meluncurkan komputer kuantum berskala industri pada tahun 2033. Komputer kuantum dianggap sebagai frontier berikutnya dalam komputasi dan diharapkan dapat membantu memecahkan berbagai masalah di bidang riset obat, penelitian material, dan perubahan iklim.Pendekatan komputer kuantum berbeda dari komputer konvensional. Sementara komputer tradisional menggunakan bit biner yang hanya dapat menyimpan nilai 0 dan 1, komputer kuantum memanfaatkan quantum bits atau qubits. Qubits dapat menyimpan banyak nilai antara 0 dan 1 secara bersamaan dan melakukan perhitungan dengan nilai tersebut secara paralel. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah akumulasi kesalahan yang tinggi, yang dapat menghambat pengembangan komputer kuantum berskala besar. Oleh karena itu, QBI sedang menguji apakah memungkinkan untuk meluncurkan komputer kuantum pada tahun 2033.QBI memiliki tiga tahap, di mana setiap tahap merupakan tonggak penting menuju pengembangan komputer kuantum yang toleran kesalahan. Tahap pertama, A, bertujuan untuk mengevaluasi konsep-konsep komputasi kuantum untuk menentukan apakah mereka dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Dalam Tahap B, peserta mengajukan rencana riset dan pengembangan kepada DARPA yang menjelaskan risiko dari teknologi tersebut.
Komputer kuantum adalah suatu jenis teknologi komputasi yang menggunakan prinsip-prinsip mekanika kuantum. Ini bukan hanya sebuah inovasi, tetapi juga kompetisi global untuk menciptakan komputer yang dapat memecahkan masalah yang sulit dihadapi oleh komputer klasik. Mispersepsi umum adalah bahwa teknologi ini sepenuhnya siap untuk digunakan saat ini, tetapi kenyataannya, tantangan besar seperti pengelolaan kesalahan tetap perlu diatasi sebelum teknologi ini dapat diadopsi secara luas.
Bagi generasi muda di Indonesia, kemajuan ini menandakan adanya peluang di dunia kerja yang berkaitan dengan teknologi baru. Seiring meningkatnya perhatian terhadap kuantum komputasi, keterampilan di bidang teknologi informasi, matematika, dan fisika yang terapan menjadi semakin dicari. Ini berarti bagi mahasiswa dan lulusan baru, mereka harus mempersiapkan diri dengan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan bidang ini, agar dapat bersaing di pasar kerja global yang semakin kompetitif.Sementara itu, bagi investor, perkembangan ini menunjukkan bahwa ada potensi besar untuk investasi di sektor teknologi tinggi, khususnya dalam teknologi kuantum yang diperkirakan akan tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan. Menurut proyeksi oleh McKinsey, pasar untuk komputer kuantum dapat mencapai nilai hingga $2,7 triliun atau sekitar Rp38.900 triliun pada tahun 2035. Ini memberi indikasi yang kuat bahwa perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini akan mendapatkan keuntungan signifikan di masa mendatang.Dengan mengikuti tren ini dan berinvestasi dalam pendidikan serta keterampilan yang tepat, generasi muda Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam revolusi teknologi yang sedang berlangsung dan membawa dampak positif bagi perkembangan industri dan ekonomi nasional di masa depan.