TLDR
Pemerintah AS mengeluarkan dua perintah eksekutif terkait teknologi kuantum yang memiliki tujuan berbeda namun saling melengkapi. CMMC melakukan tinjauan untuk mengurangi hambatan biaya bagi perusahaan kecil dalam industri pertahanan, meskipun tanggung jawab perlindungan data tetap ada. Penggunaan kecerdasan buatan dalam memigrasi kriptografi harus dilakukan dengan hati-hati, karena hasil yang tidak deterministik dapat mengancam keamanan nasional. Pomodo.id - Kebijakan pemerintah AS terkait teknologi kuantum menunjukkan langkah signifikan dalam upaya melindungi keamanan siber negara tersebut. Pada bulan Juni 2026, Presiden AS mengeluarkan dua perintah eksekutif yang berfokus pada pengembangan serta implementasi kriptografi pasca-kuantum. Perintah pertama, EO 14413, mempercepat pengembangan teknologi kuantum, sementara perintah kedua, EO 14412, menetapkan deadline bagi lembaga federal untuk bergerak ke kriptografi pasca-kuantum. Dengan target penyelesaian untuk mekanisme kunci pada akhir 2030 dan tanda tangan digital pada akhir 2031, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman dari pengembangan teknologi kuantum yang cepat.Satu tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan untuk mengalihkan fokus dari birokrasi menuju teknik yang lebih kompleks dan canggih. Meskipun ada upaya untuk mengurangi hambatan birokras di bawah program Cybersecurity Maturity Model Certification (CMMC), kewajiban untuk melindungi data federal tetap ada. Ini berarti bahwa walaupun proses administratif dapat dipermudah, tanggung jawab untuk menjaga keamanan informasi menjadi lebih berat, membutuhkan penguasaan teknologi baru. Tak hanya itu, kriptografi yang menjadi dasar dari cara kita melindungi data, kini terancam oleh perkembangan computing kuantum yang memfasilitasi pengolahan data dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kriptografi Pasca-Kuantum
Kriptografi pasca-kuantum adalah metode pengamanan informasi yang dirancang untuk bertahan dari potensi ancaman yang muncul dari komputer kuantum. Komputer kuantum, seperti yang ditunjukkan oleh kemajuan mesin 53-qubit milik Google yang mencapai keunggulan kuantum, dapat memecahkan algoritma kriptografi saat ini yang digunakan untuk melindungi data, dalam waktu yang sangat singkat. Misalnya, mesin baru Google yang disebut Willow, dengan 105 qubits, mampu menyelesaikan masalah benchmark dalam waktu kurang dari lima menit yang sebaliknya akan membutuhkan waktu sekitar 10 septillion tahun bagi superkomputer konvensional. Ini menunjukkan betapa mendesaknya peralihan ke kriptografi yang lebih aman untuk melindungi data sensitif di sektor publik dan swasta.
Perubahan ini tentunya memiliki implikasi yang besar bagi generasi muda di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas krisis keamanan digital, kebutuhan untuk profesional yang terampil dalam teknologi informasi, khususnya dalam keamanan siber dan kriptografi, juga akan meningkat. Sebagai mahasiswa atau lulusan baru, keahlian di bidang keamanan siber menjadi semakin relevan dan dicari di pasar kerja. Hal ini dapat membuka peluang karier yang menguntungkan, seperti menjadi pakar keamanan siber atau pengembang perangkat lunak kriptografi.Melihat potensi global dalam teknologi kuantum dan kriptografi pasca-kuantum, Indonesia pun perlu memperhatikan perkembangan ini. Dengan investasi asing yang masif dalam teknologi ini, menyiapkan generasi yang terampil di bidangnya akan menjadi kunci untuk bersaing di pasar internasional. Dengan pasar kerja yang terus beradaptasi, muda-mudi Indonesia yang berfokus pada teknologi dan inovasi dapat menemukan banyak peluang yang menjanjikan.Mengikuti tren ini, pemuda Indonesia sebaiknya mempersiapkan diri untuk memasuki bidang yang akan menjadi penting di masa depan. Pendidikan di universitas harus lebih berorientasi pada keterampilan praktis dan pemahaman mendalam tentang keamanan siber, agar dapat memenuhi tuntutan pasar yang semakin tinggi.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 24 Agu 2026, 18.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)