TLDR
Tekanan mekanis dapat mengubah sifat magnet dan arus listrik pada altermagnet seperti MnTe dan FeS. Penelitian ini membuka peluang baru dalam pengembangan teknologi spintronika yang lebih efisien. Terdapat tantangan dalam penerapan praktis dan produksi komponen dengan teknik ini dalam skala besar. Pomodo.id - Ilmuwan Oak Ridge National Laboratory (ORNL) milik Departemen Energi Amerika Serikat dan Rice University menunjukkan bahwa tekanan mekanis kecil dari satu arah sudah cukup untuk mengubah susunan domain magnet sekaligus perilaku listrik pada altermagnet, kelompok material magnet yang kerap disebut sebagai jenis magnetisme ketiga. Temuan ini dilaporkan dalam dua makalah berurutan di jurnal Physical Review X dan Advanced Materials, dan dirilis ORNL pada 27 Oktober 2026.Eksperimennya tergolong sederhana. Tim menjepit kristal kecil mangan telurida heksagonal (MnTe) dan besi sulfida heksagonal (FeS) di antara dua pelat titanium, lalu menekannya perlahan. Struktur magnet di dalam kristal kemudian diperiksa dengan difraksi neutron di Spallation Neutron Source ORNL. Hasilnya, tekanan mengubah proporsi domain magnet, yaitu wilayah-wilayah di dalam kristal dengan orientasi magnet tertentu, dan ikut mengubah efek Hall anomali, tegangan menyamping yang muncul saat arus listrik mengalir di material magnet.Pada MnTe, regangan satu arah membuat kristal berada dalam satu domain magnet saja, sehingga struktur magnetnya bisa diuraikan dengan jelas. Menurut Rice University, pada suhu sekitar 230 kelvin (kira-kira minus 43 derajat Celsius), mengatur besar regangan bahkan dapat membalik polaritas efek Hall anomali, perilaku yang tidak lazim pada magnet. Perhitungan tim memperkirakan perubahan regangan 1 persen setara dengan perubahan suhu sekitar 150 kelvin, dan para peneliti menduga perubahan kelengkungan Berry pada struktur elektronik material sebagai penyebabnya.Pada FeS, tekanan menurunkan momen magnet kecil yang tersisa dan sinyal Hall anomali, sementara tatanan magnet utamanya hampir tidak berubah. Neutron menunjukkan bahwa struktur dasar magnetnya tetap sama; yang bergeser adalah orientasi magnet mana yang paling banyak muncul.Pengcheng Dai, fisikawan Rice University yang dulu bekerja sebagai ilmuwan neutron di ORNL dan menjadi penulis korespondensi, menyebut bahwa dengan mengendalikan domain magnet, peneliti dapat langsung memengaruhi cara elektron mengalir, dan hal itu membuka jalan untuk menjajaki material ini bagi teknologi spintronika. Feng Ye, ilmuwan neutron ORNL dan rekan penulis kedua makalah, menekankan bahwa satu ide eksperimen sederhana dapat mengungkap perilaku magnet baru, dengan hamburan neutron sebagai alat kunci untuk melihat perubahan di dalamnya.
Altermagnet menggabungkan sifat dua jenis magnet yang sudah dikenal. Seperti antiferromagnet, momen magnet di dalamnya saling meniadakan sehingga material ini tidak menghasilkan medan magnet luar yang kuat. Namun, seperti feromagnet, altermagnet tetap bisa memengaruhi elektron yang bergerak di dalamnya. Kombinasi ini membuatnya menarik untuk spintronika, yaitu elektronika yang memanfaatkan spin elektron selain muatan listrik untuk menyimpan dan mengolah informasi, dengan harapan perangkat lebih cepat, lebih hemat energi, dan menghasilkan panas lebih sedikit.
Temuan ini perlu dibaca dengan proporsional. Ini adalah riset dasar pada kristal di laboratorium, bukan perangkat elektronik. Pembalikan efek Hall pada MnTe diamati pada suhu jauh di bawah suhu ruang, dan masih perlu dibuktikan apakah kendali lewat regangan bisa diterapkan pada lapisan tipis atau chip sungguhan. Nilai pentingnya ada pada metode: tekanan mekanis memberi cara yang relatif mudah untuk menyetel dan mempelajari altermagnet, bidang yang baru berkembang beberapa tahun terakhir.Penelitian ini didukung antara lain oleh Departemen Energi AS, Robert A. Welch Foundation, National Science Foundation, dan Air Force Office of Scientific Research. Makalah MnTe ditulis oleh Zhaoyu Liu, Sijie Xu, dan rekan (Physical Review X, DOI 10.1103/589s-s1yy), sedangkan makalah FeS ditulis oleh Weiliang Yao dan rekan (Advanced Materials, DOI 10.1002/adma.74398).---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 5 Nov 2026, 20.46 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)