TLDR
Molekul helicene dapat meningkatkan konduktivitas listrik hingga 100 kali lipat saat berputar. Tantangan dalam skala produksi dan stabilitas molekul masih menjadi penghalang penerapan teknologi ini. Penemuan helicene menawarkan peluang karir yang menarik bagi lulusan di bidang teknologi dan penelitian di Indonesia. TL;DR: Tim ilmuwan dari Israel, Jerman, Denmark, India, dan Tiongkok membuat motor yang hanya terdiri dari satu molekul berbentuk spiral (helicene). Molekul ini berputar ketika dialiri arus listrik, arah putarannya bisa dibalik dengan membalik tegangan, dan saat berputar daya hantar listriknya naik hingga sekitar 100 kali lipat. Hasilnya terbit di jurnal Nature, tetapi masih berupa bukti prinsip yang diuji pada suhu sekitar -269°C.Pomodo.id - Sekrup Archimedes, alat pengangkat air yang dikenal sejak zaman Yunani kuno, kini punya versi seukuran satu molekul. Tim peneliti internasional melaporkan di jurnal Nature (terbit 22 Oktober 2026) sebuah motor molekul yang berputar ketika elektron mengalir melewatinya. Laporan ini diberitakan ScienceDaily pada 1 November 2026 berdasarkan rilis Universitas Augsburg, Jerman.Molekul yang dipakai adalah helicene, molekul berbentuk spiral berukuran beberapa nanometer yang dirancang dan disintesis kelompok Prof. Michael Pittelkow di Universitas Kopenhagen, Denmark. Molekul ini menempel pada emas melalui atom belerang. Di Weizmann Institute of Science, Israel, Prof. Oren Tal dan Dr. Anil Kumar Singh menjepit satu molekul di antara dua ujung emas yang diruncingkan hingga skala atom, lalu mengatur jarak keduanya untuk meregangkan atau menekan molekul. Eksperimen berlangsung pada suhu 4,2 kelvin, atau sekitar -269°C.Saat tegangan diberikan, molekul bergerak melalui urutan konfigurasi yang berulang secara siklis, dan di atas ambang tegangan tertentu ia berputar terus-menerus. Elektron yang mengalir melalui spiral mentransfer momentum sudut ke molekul, mirip angin yang memutar turbin. Ketika polaritas tegangan dibalik, arah putarannya ikut berbalik. Menurut laporan DT Next yang mengutip tim, dalam seluruh 122 kasus yang arah transisinya bisa ditentukan, urutan siklis yang sama selalu teramati.Temuan yang paling mengejutkan: begitu molekul berputar, arus listrik yang melewatinya melonjak hingga sekitar 100 kali lipat. Simulasi mekanika kuantum oleh tim Prof. Fabian Pauly di Universitas Augsburg, bersama mahasiswa doktoral Léon Martin dan Yuta Ito, menunjukkan bahwa posisi sudut yang paling mudah dilalui elektron justru posisi yang biasanya dihindari molekul saat diam. Rotasilah yang membuat posisi-posisi itu dapat dicapai. Per Hedegård dari Niels Bohr Institute, Kopenhagen, dan Jing-Tao Lü dari Huazhong University of Science and Technology, Wuhan, menyusun model sederhana yang mereproduksi rotasi sekaligus kenaikan arus tersebut.
Motor molekuler adalah molekul yang dapat mengubah energi, misalnya cahaya, reaksi kimia, atau arus listrik, menjadi gerak berputar atau bergeser yang terarah. Riset mesin molekuler diganjar Nobel Kimia 2016. Motor molekul bertenaga arus listrik sudah dilaporkan sejak 2011, tetapi hanya bekerja di atas permukaan dan digerakkan ujung mikroskop penerowongan (STM). Studi ini menghubungkan satu molekul ke dua elektroda logam dan arah putarannya bisa dikendalikan, sesuatu yang menurut para peneliti belum pernah ditunjukkan sebelumnya.
Pauly menyebut temuan ini sebagai prinsip kerja baru untuk mesin di batas miniaturisasi. Para peneliti melihat potensi penerapan pada komponen elektronika molekuler seperti sakelar dan pengatur arus berukuran satu molekul, spintronika, dan sistem mikrofluida yang menangani volume cairan sangat kecil. Studi ini juga membuka cara baru untuk mempelajari proses fisika di skala atom.Meski demikian, Singh, yang kini menjadi asisten profesor fisika di IIT Madras, India, dan penulis korespondensi studi ini, menegaskan bahwa hasilnya adalah demonstrasi bukti prinsip, bukan teknologi yang siap dipakai. Eksperimen dilakukan pada suhu mendekati nol mutlak dengan peralatan laboratorium khusus, sehingga jalan menuju perangkat elektronik sehari-hari masih panjang.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 21.29 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)