TLDR
Tekanan mekanik dapat mengubah perilaku magnetik altermagnet. Perubahan ini dapat mempengaruhi aliran elektron dan potensi teknologi elektronik di masa depan. Penelitian ini memberikan wawasan baru untuk pengembangan spintronics yang lebih efisien. Pomodo.id - Tekanan mekanis yang diterapkan pada kristal kecil, seperti mangan tellurida dan besi sulfida, dapat mengubah perilaku magnetik mereka. Penelitian yang dilakukan di Oak Ridge National Laboratory (ORNL) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa menekan kristal ini antara dua pelat logam dapat mengubah domain magnetik dan aliran elektron di dalamnya. Metode ini membuka kemungkinan untuk mengontrol magnetisme dengan lebih baik di perangkat elektronik masa depan, meningkatkan efisiensi dan performa alat-alat yang kita gunakan sehari-hari.Dalam eksperimen ini, tim peneliti menggunakan teknik neutron difraksi untuk mempelajari bagaimana tekanan memengaruhi sifat magnetik bahan. Mereka menemukan bahwa dengan menggunakan tekanan mekanis, bentuk dan arah dari domain magnetik pada kristal dapat dimodifikasi. Hal ini merupakan langkah penting dalam memahami dan mengembangkan kelas baru dari material magnetik yang disebut sebagai altermagnet. Altermagnet adalah jenis material magnetik yang menggabungkan sifat ferromagnet dan antiferromagnet. Begitu dimodifikasi, material ini dapat lebih responsif terhadap perubahan kondisi, memberikan potensi baru untuk teknologi seperti penyimpanan data dan perangkat memori.Meskipun ada potensi besar yang ditunjukkan oleh penelitian ini, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, penggunaan teknik ini pada skala komersial memerlukan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana strain (tekanan) berinteraksi dengan material yang berbeda. Selain itu, hasil yang diperoleh dalam pengujian laboratorium mungkin tidak selalu dapat diterapkan secara langsung dalam produksi massal, yang dapat berakibat pada biaya dan proses manufaktur yang lebih kompleks.
Altermagnet adalah kategori material yang menunjukkan perilaku magnetik unik, berinteraksi secara berbeda dibandingkan dengan jenis magnet lain. Dalam konteks teknologi, altermagnet dapat mengubah cara kita menyimpan dan memproses data, membuatnya sangat relevan untuk generasi mendatang, terutama dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem penyimpanan yang lebih efisien. Banyak orang yang sering salah paham menganggap bahwa magnet hanya ferromagnet atau antiferromagnet, padahal altermagnet memberikan kemungkinan baru dalam aplikasi teknologi modern.
Temuan ini dapat memiliki dampak signifikan pada karier dan pendidikan para pemuda di Indonesia. Dengan berkembangnya bidang teknologi magnetik, akan ada kebutuhan untuk tenaga kerja yang terampil dalam ilmu material dan teknik magnet. Mahasiswa dan lulusan di bidang sains dan teknik diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan ini untuk berinovasi dalam pengembangan perangkat elektronik yang lebih baik. Jika Indonesia dapat mengadopsi teknologi ini, hal itu bisa membuka peluang bisnis baru di sektor teknologi dan mengurangi ketergantungan pada barang-barang impor, yang pada gilirannya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mendorong kemajuan dalam teknologi magnetik, tetapi juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia di kancah global dalam hal inovasi dan penerapan teknologi modern.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 29 Okt 2026, 02.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)