TLDR
Hanya 37% eksekutif yang melihat pendapatan terukur dari AI. Tantangan utama dalam penerapan AI adalah manajemen dan desain operasional, bukan teknologi. Sebagian besar perusahaan belum berhasil mendapatkan nilai dari AI secara skala. Pomodo.id - Hanya tiga tahun setelah era AI generatif dimulai, banyak perusahaan mulai mempertanyakan efektivitas strategi AI mereka. Data dari survei "State of AI 2026" oleh McKinsey menunjukkan bahwa hanya 37% eksekutif yang bisa mengaitkan pendapatan yang terukur sebelum bunga dan pajak (EBIT) dengan implementasi AI di perusahaan mereka. Di sisi lain, meskipun 80% merasa bahwa AI telah meningkatkan produktivitas individu, hanya 6% yang dianggap sebagai pelaku tinggi, dengan lebih dari 5% EBIT mereka berasal dari AI. Ini menimbulkan kesenjangan besar antara potensi teknologi dan hasil nyata yang terlihat di laporan keuangan perusahaan.Beberapa studi mendukung temuan tersebut. Menurut studi BCG tahun 2025, 60% perusahaan merasa belum mampu menghasilkan pendapatan atau keuntungan yang signifikan dari AI. Lebih mencengangkan lagi, laporan awal dari Proyek NANDA di MIT menemukan bahwa 95% proyek AI di perusahaan tidak memberikan pengembalian yang terukur. Permasalahan ini, menurut para ahli, bukanlah karena kurangnya teknologi yang memadai, tetapi lebih kepada kegagalan dalam manajemen, pengukuran, dan desain operasional perusahaan itu sendiri.Menghadapi kenyataan pahit ini, penting untuk merenungkan apa yang sebenarnya terjadi. Meski teknologi AI menawarkan alat yang canggih untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, banyak perusahaan yang masih terjebak dalam cara lama mengelola proses dan pengukuran hasil. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi AI tidak hanya sekadar penerapan teknologi baru, tetapi juga memerlukan pergeseran mendasar dalam cara pengambilan keputusan dan penilaian efektivitas di setiap level organisasi.
AI (Kecerdasan Buatan) adalah teknologi yang meniru fungsi kognitif manusia dan dapat beroperasi dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, finansial, hingga pendidikan. Meskipun banyak yang beranggapan bahwa AI sepenuhnya dapat mengambil alih pekerjaan manusia, kenyataannya adalah AI dirancang untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan menggantinya. Hal ini menjadi penting untuk memahami bahwa sementara AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, kolaborasi antara manusia dan mesin adalah kuncinya.
Perkembangan ini berimplikasi langsung bagi para pemuda di Indonesia. Dalam konteks karier, mahasiswa dan lulusan baru harus mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja yang semakin terfokus pada penggunaan AI. Kemampuan untuk bekerja dengan alat-alat AI dan memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan akan menjadi nilai tambah yang besar bagi calon karyawan. Sementara banyak perusahaan Indonesia mungkin belum sepenuhnya mengadopsi AI, kebutuhan untuk mengembangkan keahlian di bidang ini jelas akan meningkat seiring berjalannya waktu.Dengan semakin majunya teknologi, ada peluang bagi para profesional muda untuk berinvestasi dalam pendidikan dan keterampilan yang relevan. Mengingat bahwa 95% proyek AI di perusahaan tidak memberikan keuntungannya, jelas bahwa pemuda Indonesia yang ingin berkarir di bidang teknologi harus lebih cermat dan proaktif dalam memilih keahlian yang mereka pelajari. Mereka harus memahami bahwa keberhasilan dalam menggunakan AI bukan hanya soal alat yang digunakan, tetapi juga tentang bagaimana memadukan teknologi tersebut dengan strategi bisnis yang efektif.Sebagai penutup, meski ada tantangan yang besar dalam mengubah strategi AI menjadi keuntungan nyata, kemungkinan untuk menciptakan nilai tambah di masa depan tetap ada. Keterampilan dalam memanfaatkan AI akan terus dicari, dan dengan strategi yang tepat, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat mencapai potensi yang selama ini tertunda. Adalah tugas para pemuda Indonesia untuk mengambil langkah awal menuju masa depan yang berkelanjutan dan produktif melalui pendidikan dan pengembangan diri di bidang ini.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 23.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)