TLDR
FlexiQuad memiliki struktur yang dapat berubah bentuk untuk menyerap benturan dan tetap terbang. Dron ini dapat mencapai kecepatan hingga 49 mph dan memiliki kemampuan manuver yang lincah. Desain fleksibel memungkinkan aplikasi dalam inspeksi infrastruktur dan operasi penyelamatan di ruang terbatas. Pomodo.id - FlexiQuad, drone baru yang dikembangkan peneliti dari ETH Zurich, menawarkan inovasi di bidang penerbangan dengan strukturnya yang fleksibel dan tahan tabrakan. Berbeda dari drone konvensional yang memiliki rangka kaku, FlexiQuad menggunakan desain yang dapat berubah bentuk untuk menyerap dampak saat bertabrakan. Hal ini memungkinkan drone untuk tetap terbang bahkan dalam kondisi lingkungan yang sulit. Dengan kecepatan mencapai 49 mph (sekitar 80 km/jam) dan kemampuan manuver yang cepat, FlexiQuad dapat digunakan dalam berbagai aplikasi penting seperti inspeksi infrastruktur, operasi penyelamatan, dan pemantauan lingkungan.Dari segi teknis, inovasi utama FlexiQuad adalah kombinasi antara fleksibilitas dan kekakuan struktur. Rangka berbentuk cincin tanpa badan pusat menjaga rotornya terdistribusi merata, sehingga ketika drone menghadapi penghalang, struktur ini bisa berubah bentuk secara lateral. Hal ini mengurangi tekanan yang diterima oleh rangka dan komponen di dalamnya. FlexiQuad menunjukkan bahwa teknologi drone dapat dievolusi untuk beradaptasi dengan berbagai tantangan, termasuk terbang di ruang terbatas dan lingkungan yang tidak bersahabat.Meskipun dengan banyak keunggulan, ada tantangan yang perlu dihadapi dalam penerapan teknologi ini. Misalnya, fleksibilitas rangka drone bisa mempengaruhi stabilitas dan daya tahan dalam jangka panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa cara baru ini dapat bertahan dalam penggunaan yang intensif, serta mengatasi limbah dan masalah maintenance dari drone yang berubah bentuk.
Teknologi Drone Fleksibel
FlexiQuad merupakan contoh mutakhir dari teknologi drone fleksibel yang dirancang untuk menahan tabrakan dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang sulit. Teknologi ini penting karena dapat meningkatkan keselamatan penerbangan dalam tugas-tugas berisiko tinggi. Banyak yang berpikir bahwa semakin keras dan kaku drone, semakin baik mampu bertahan dalam kondisi ekstrim. Namun, FlexiQuad ini justru menunjukkan bahwa desain yang fleksibel dapat memperbaiki dan menambah daya tahan drone saat beroperasi.
Bagi orang muda Indonesia, kemunculan drone seperti FlexiQuad membuka peluang baru di sektor teknologi dan pekerjaan. Misalnya, sektor drone yang sedang berkembang pesat dapat menciptakan lapangan kerja dalam bidang pengoperasian, pemeliharaan, dan pengembangan teknologi drone baru. Di Indonesia, peningkatan efisiensi dan efektivitas pada inspeksi infrastruktur dan penanggulangan bencana melalui teknologi seperti ini dapat sangat berharga. Ini juga mengarah pada kemungkinan untuk berinvestasi dalam pelatihan dan pendidikan di bidang teknologi penerbangan dan rekayasa. Dengan eksplorasi yang lebih lanjut, Indonesia mungkin dapat mengadopsi teknologi serupa dalam upaya perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan yang lebih baik.Dengan perkembangan seperti ini, masa depan para pemuda Indonesia berpotensi untuk lebih cerah khususnya dalam industri teknologi yang berbasis pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis inovasi.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 21.01 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)