TLDR
Pembelian Astro oleh Florida Polytechnic University menimbulkan keraguan tentang utilitas dan efektivitasnya dalam keamanan kampus. Astro, meskipun inovatif, memiliki batasan signifikan seperti waktu terbang yang pendek dan kapasitas angkut yang terbatas. Kritik publik menunjukkan bahwa teknologi drone yang lebih canggih mungkin lebih efektif untuk tujuan pengawasan daripada kendaraan terbang satu orang. Pomodo.id - Polisi dari Florida Polytechnic University telah memperkenalkan pesawat terbang listrik untuk digunakan dalam patroli kampus dan tanggap darurat. Pesawat ini, yang dijuluki Astro, merupakan model Jetson ONE buatan perusahaan Swedia, Jetson. Dengan kemampuan terbang vertikal dan propulsi listrik, Astro dirancang untuk membantu petugas mencapai lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan patrol biasa. Namun, proyek ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas dan biaya yang dikeluarkan, yang mencapai $150.000 (sekitar 2,4 miliar Rupiah), untuk sebuah pesawat yang hanya mampu membawa satu petugas dengan waktu terbang maksimal 20 menit.Astro berdimensi kecil ini memiliki berat 154 pon tanpa baterai atau pilot dan mampu melaju dengan kecepatan maksimum hingga sekitar 65 mph. Meskipun demonstrasi penerbangan Astro telah dilakukan di depan media, pesawat ini belum mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), yang penting agar pesawat ini dapat beroperasi secara legal. Kepala Polisi Aaron Murray percaya bahwa teknologi penerbangan yang baru ini dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk patroli tetapi juga untuk operasi darurat, seperti memberikan bantuan setelah bencana alam. Potensi penggunaannya dalam berbagai situasi memang menarik, tetapi batasan waktu terbang dan kapasitas yang minim membuat fungsinya dipertanyakan.Munculnya permintaan akan pesawat terbang listrik seperti Astro menandakan pergeseran dalam cara penegak hukum mengadopsi teknologi baru. Walaupun drone sudah menjadi alat bantu yang berguna untuk kepolisian, Astro masih terbilang unik dalam hal desain dan tujuan spesifiknya. Dengan dukungan dari Florida Polytechnic University dalam pengembangan teknologi ini, ada rencana untuk memperluas kolaborasi dengan lembaga penegak hukum lainnya, meluaskan fungsi pesawat ini melampaui keamanan kampus untuk mendukung upaya tanggapan darurat secara lebih luas.
Jetson ONE adalah pesawat terbang listrik yang dirancang untuk mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal (eVTOL). Hal ini memungkinkan pesawat untuk operasional di area yang terbatas, menjadikannya sangat relevan untuk penggunaan di lingkungan perkotaan. Namun, penting untuk diketahui bahwa meski inovasi seperti ini menjanjikan, mereka sering kali dihadapkan dengan berbagai tantangan regulatory dan batasan teknis yang harus diatasi sebelum dapat digunakan secara luas. Dalam konteks Indonesia, pengenalan teknologi semacam ini bisa menjadi salah satu langkah menuju modernisasi sektor transportasi dan keamanan, meskipun tantangan regulasi juga harus dihadapi.
Secara keseluruhan, perkembangan ini membawa implikasi bagi generasi muda di Indonesia, terutama bagi mereka yang tertarik pada bidang teknologi, pemerintah, atau keamanan publik. Dikenal dengan urban air mobility, penggunaan pesawat seperti Astro dapat memberikan gambaran tentang bagaimana transportasi udara dapat mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, kehadiran teknologi baru ini juga berarti bahwa para profesional muda perlu mengembangkan keterampilan di bidang teknologi dan hukum udara. Dengan pemahaman tentang perkembangan ini, mereka dapat berperan dalam menciptakan dan mendukung inovasi di Indonesia, ketika negara ini mulai menjajaki teknologi penerbangan yang lebih maju.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 24 Okt 2026, 23.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)