TLDR
Sunwoda telah mengembangkan baterai solid-state yang menunjukkan kinerja termal yang luar biasa dan potensi untuk kendaraan listrik dengan jangkauan lebih dari 600 mil. Perusahaan berencana untuk memproduksi baterai generasi kedua dan menjajaki pasar baterai pesawat terbang dan eVTOL. CATL juga mengembangkan baterai solid-state dengan teknologi berbeda dan menargetkan produksi skala kecil pada tahun 2027. Pomodo.id - Terobosan baru dalam teknologi baterai solid-state kini semakin menarik perhatian dalam pasar kendaraan listrik. Sunwoda, produsen baterai asal Tiongkok, baru-baru ini mengumumkan kemajuan signifikan dalam pendekatan komposit polimer yang digunakan untuk membangun baterai solid-state mereka. Baterai solid-state generasi baru ini, yang disebut Xin Bixiao dengan kapasitas 20 Ah, telah berhasil menghadapi suhu ekstrem tanpa terbakar atau meledak. Dengan menggunakan anoda silikon berentang tinggi pada skala nano, baterai ini menunjukkan kinerja termal yang kuat, melewati uji panas hingga suhu 200 derajat Celsius.Model ini sebelumnya mencatatkan kepadatan energi yang melebihi 400 Wh/kg dan masa siklus lebih dari 1200 siklus, dengan tekanan eksternal rendah 1 megapaskal (MPa). Ini merupakan terobosan untuk kendaraan listrik jarak jauh, menawarkan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer. Dengan lebih dari 1.200 siklus dan retensi kapasitas di atas 80 persen, baterai ini diharapkan bisa mendukung penggunaan kendaraan selama lebih dari satu dekade, dengan asumsi jarak tempuh tahunan melebihi 20.000 kilometer.Namun, meskipun hasil kinerja termal dan masa pakai baterai tampak menjanjikan, pengujian ini dilakukan sebelum integrasi seluruh paket baterai pada kendaraan. Proses pengujian dimulai awal tahun ini, pada bulan Mei, dan masih berlanjut. Sunwoda juga berencana untuk membangun baterai generasi kedua yang berbahan sulfida, yang diharapkan dapat meningkatkan lagi performa.
Baterai solid-state adalah jenis baterai yang menggunakan elektrolit padat, bukan cair, untuk membawa ion. Teknologi ini penting karena menawarkan tingkat keamanan tinggi dan kepadatan energi yang lebih baik dibandingkan dengan baterai yang menggunakan elektrolit cair. Salah satu salah kaprah tentang teknologi ini adalah bahwa baterai solid-state sepenuhnya siap digunakan di pasar; sebenarnya, meski teknologi ini sedang berkembang, banyak produsen masih dalam tahap pengujian dan penelitian untuk mencapai komersialisasi secara luas.
Perkembangan teknologi ini dapat berdampak signifikan bagi generasi muda di Indonesia, terutama bagi mereka yang tertarik berkarir di bidang teknologi dan inovasi. Keberadaan baterai yang lebih efisien dan aman ini menciptakan peluang kerja baru di sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik. Dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang diprediksi terus meningkat, kemampuan untuk memahami dan mengembangkan teknologi baterai menjadi keterampilan yang semakin dicari.Secara finansial, baterai solid-state yang lebih efisien dapat menurunkan biaya operasional kendaraan listrik. Mempertimbangkan relevansi Indonesia, dimana kendaraan listrik diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil, perkembangan ini memiliki potensi untuk meningkatkan keberlanjutan energi di tanah air. Jika sukses, kendaraan listrik yang menggunakan teknologi ini dapat menjadi lebih terjangkau, dengan biaya perawatan yang lebih rendah dan masa pakai baterai yang lebih lama, menambah daya tarik bagi para konsumen dan investor di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 03.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)