TLDR
China memberikan keuntungan pajak sementara untuk baterai natrium-ion dibandingkan dengan baterai lithium-ion. Hina Battery berencana untuk mendirikan basis produksi baterai natrium dengan kapasitas 10 GWh di Wuhan. Baterai natrium-ion menunjukkan performa yang baik di suhu ekstrem dan memiliki potensi untuk digunakan dalam kendaraan komersial. Pomodo.id - China telah menawarkan keuntungan pajak untuk mendorong adopsi baterai sodium-ion di kendaraan listrik, memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan baterai lithium-ion yang lebih tradisional. Langkah ini diambil seiring dengan pergeseran industri menuju solusi penyimpanan energi yang lebih murah dan efisien. Hina Battery, pengembang terkemuka baterai sodium-ion di China, sedang merencanakan basis produksi 10 GWh di Wuhan, dan telah menjalin kemitraan dengan produsen kendaraan untuk mengembangkan truk sanitasi listrik. Peraturan baru memungkinkan baterai sodium-ion untuk tetap bebas pajak hingga tahun 2028, sementara baterai lithium-ion akan mulai dikenakan pajak konsumsi sebesar 2% pada 1 September 2026, dan meningkat menjadi 4% pada tahun 2027.Keunggulan utama dari baterai sodium-ion ini terletak pada performanya dalam kondisi ekstrem. FAW Jiefang melaporkan bahwa salah satu truk berat listrik yang dilengkapi dengan baterai sodium-ion mampu mempertahankan lebih dari 90% kapasitas yang dapat digunakan saat diuji dalam suhu minus 40 derajat Fahrenheit. Ini menunjukkan keandalan baterai sodium-ion dalam cuaca dingin yang ekstrem, yang merupakan keuntungan signifikan bagi negara-negara dengan iklim dingin. Selain itu, pengembangan ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada lithium, yang semakin mahal dan kurang tersedia.Namun, meskipun potensi yang ada, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh teknologi baterai sodium-ion. Meskipun sodium sangat melimpah dan murah, baterai lithium-ion masih unggul dalam hal kepadatan energi, biaya, dan skala produksi. Hal ini mengindikasikan bahwa diperlukan waktu untuk mengatasi perbedaan ini dan membuat baterai sodium-ion menjadi pilihan utama di pasar kendaraan listrik. Sementara itu, harga lithium yang jatuh dapat memperkecil celah biaya antara kedua jenis baterai ini, sehingga memberikan tantangan tambahan bagi adopsi luas baterai sodium-ion.
Baterai sodium-ion adalah jenis baterai yang menggunakan ion sodium sebagai penghantar muatan, berbeda dengan baterai lithium-ion yang menggunakan lithium. Baterai ini semakin relevan karena sodium sangat melimpah dan tersedia di alam, sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan lebih murah. Namun, meskipun sodium lebih mudah didapat, baterai lithium-ion saat ini masih memiliki keunggulan dalam hal performa, khususnya dalam kepadatan energi yang lebih tinggi, yang mempengaruhi seberapa jauh kendaraan dapat melaju dengan satu kali pengisian.
Pengembangan ini membawa implikasi signifikan bagi generasi muda di Indonesia. Bagi mahasiswa atau pekerja muda yang berkecimpung dalam teknologi atau keuangan, munculnya pasar untuk baterai sodium-ion dapat membuka peluang kerja baru di sektor teknologi energi terbarukan, produksi baterai, dan desain kendaraan listrik. Dalam hal investasi, pemahaman terkait baterai sodium-ion dapat memberikan pengetahuan berharga bagi mereka yang ingin menanamkan modal dalam industri berkelanjutan di masa depan. Pembaruan teknologi dalam industri ini tidak hanya akan mempengaruhi cara kita menggunakan energi, tetapi juga bagaimana Indonesia dapat mengadopsi solusi yang lebih berkelanjutan dan tidak bergantung pada sumber daya yang terbatas seperti lithium.Dengan memperhatikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang kaya, serta inovasi yang berkembang di sektor energi, menjadi relevan untuk menyiapkan diri dalam menghadapi transformasi pasar kendaraan listrik yang semakin inklusif. Kesempatan untuk terlibat dalam pengembangan teknologi ini bisa membentuk masa depan Indonesia sebagai pemain utama di industri energi bersih dan sustainable.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 00.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)