TLDR
Superkomputer Hangang diharapkan dapat memasuki 10 besar superkomputer dunia dengan kinerja 614,7 petaflops. Hangang akan mendukung penelitian baru dan beban kerja dari superkomputer sebelumnya, Nurion. KISTI berencana menghubungkan Hangang dengan komputer kuantum untuk penelitian hibrida pada tahun 2027. Pomodo.id - Superkomputer terbaru Korea Selatan, Hangang, baru saja diperkenalkan oleh Korea Institute of Science and Technology Information (KISTI). Dengan performa komputasi yang mengesankan mencapai 614,7 petaflops, Hangang menunjukkan lompatan performa 24 kali lebih cepat dibandingkan dengan pendahulunya, Nurion, yang diluncurkan pada tahun 2018. Hal ini membuat Hangang diperkirakan akan menduduki peringkat dalam sepuluh besar dari 500 superkomputer terkuat dunia saat daftar tersebut diperbarui bulan ini.Hangang dilengkapi dengan 8.496 chip NVIDIA GH200 yang mengintegrasikan unit pemrosesan grafis (GPU) dan unit pemrosesan pusat (CPU), serta 9.936 CPU. Dalam hal kapasitas penyimpanan, superkomputer ini mampu menyimpan 205 petabytes data dan memiliki kecepatan transmisi mencapai 400 gigabit per detik. Sebelumnya, selama delapan tahun operasional, Nurion berkontribusi dalam 1.730 proyek penelitian yang menghasilkan lebih dari 1.520 publikasi di berbagai bidang, mulai dari bahan baterai generasi berikutnya hingga pengembangan sistem kecerdasan buatan untuk analisis kimia menggunakan model bahasa besar (LLMs).Meskipun kemunculan Hangang sangat dinanti-nantikan, proyek ini mengalami penundaan karena lonjakan permintaan terhadap GPU selama boom kecerdasan buatan (AI) yang baru-baru ini terjadi. Rencana awal yang telah dibuat pada tahun 2022 harus diubah untuk memenuhi kebutuhan penelitian yang beradaptasi dengan perubahan zaman dan permintaan pasar. Kini, setelah empat tahun menunggu, pengguna akan segera dapat mengakses superkomputer keenam Korea tersebut.
Hangang adalah superkomputer yang dirancang untuk melakukan perhitungan yang sangat kompleks dengan kecepatan luar biasa. Dengan performa maksimum 614,7 petaflops, artinya Hangang dapat melakukan lebih dari 614 triliun operasi per detik. Ini penting karena memungkinkan peneliti untuk melakukan simulasi dan analisis data besar secara lebih efisien, yang dapat mempercepat penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun ada pemahaman umum bahwa superkomputer hanya digunakan di laboratorium penelitian, sebenarnya mereka juga dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi yang dapat dinikmati masyarakat umum, seperti peningkatan dalam pengolah data dan sistem kecerdasan buatan.
Bagi kaum muda di Indonesia, kemunculan Hangang tidak hanya menandai peningkatan dalam dunia penelitian, tetapi juga dapat membuka peluang akan adanya kolaborasi internasional. Hal ini berpotensi menciptakan kebutuhan akan tenaga ahli di bidang teknologi tinggi dan ilmu komputer di Indonesia. Dengan meningkatnya koneksi global di dunia riset, ada peluang bagi para mahasiswa dan profesional muda untuk mengembangkan keterampilan yang relevan yang akan dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek besar dan inovatif.Keberadaan superkomputer berkapasitas besar seperti Hangang mengindikasikan pentingnya investasi dalam teknologi tinggi, yang dapat mempengaruhi industri dan pendidikan di Indonesia. Dengan demikian, para profesional muda di sektor teknologi dan sains perlu mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang ini. Keahlian dalam pemrograman komputer atau analisis data akan menjadi keterampilan yang semakin dicari, membuka lebih banyak pintu untuk karier yang lebih cerah di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 22.07 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)